16 July 2022, 20:23 WIB

Dalam Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 746 Kali Gempa


Agus Utantoro |

SELAMA sepekan, yakni 8-14 Juli 2022, kawasan puncak Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta diguncang 746 gempa.

"Tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal atau VTB. Lalu, 150 kali gempa fase banyak atau MP dan 557 kali gempa guguran atau RF. Lalu, 9 kali gempa hembusan atau DG, serta 19 kali gempa tektonik atau TT," jelas Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Sabtosa, Sabtu (16/7).

Dia mengungkapkan bahwa cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Namun, pada siang hingga sore hari, cenderung berkabut. Adapun asap berwarna putih, ketebalan tipis, hingga tebal, teramati dari Pos Gunung Merapi Babadan.

Baca juga: Sebagian Destinasi Wisata Di Lereng Gunung Merapi Kembali Dibuka

"Pada minggu ini, jelasnya guguran lava teramati sebanyak 43 kali ke arah barat daya. Dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal  2.000 meter," imbuh Agus.

Berdasarkan analisis foto, volume kubah lava barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1,64 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,58 juta meter kubik. Pos pengamatan juga mencatat terjadinya hujan dengan curah yang mencapai 36 milimeter per jam selama 10 menit.

"Kondisi itu terjadi pada Rabu lalu dan tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai yang berhulu di Gunung Merapi," pungkasnya.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi di Musim Kemarau, Ini Kata BMKG

Hingga saat ini, BPPTKG masih menempatkan Gunung Merapi dengan status Siaga atau Level III. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan dan barat daya. Seperti, Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (km), Sungai Krasak dan Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

"Pemkab Sleman, Pemkab Magelang, Pemkab Boyolali dan Pemkab Klaten agar melakukan upaya mitigasi, dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi," tutur Agus.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT