12 July 2022, 16:32 WIB

Harga Gas Melon di Palu Sampai Rp40 Ribu Per Tabung


M Taufan SP Bustan |

HARGA gas elpiji ukuran 3 kilogram di Palu, Sulawesi Tengah, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Pengecer dituding sengaja mempermainkan harga demi mendapat untung lebih.

Pantauan Media Indonesia, hampir semua pengecer di Palu sudah menjual gas melon seharga Rp40 ribu per tabung. Harga tersebut jelas mahal, karena HET yang ditetapkan pemerintah setempat hanya Rp18 ribu per tabung. Menurut warga, harga di tingkat pengecer itu sudah lama bertahan Rp40 ribu per tabung.

"Hampir semua pengecer memang menjual mahal itu gas melon. Ada juga yang menjual Rp35 ribu per tabung, cuma beberapa pengecer. Itu juga masih mahal," kata salah satu warga Palu, Basir Rauf, Selasa (12/7).

Menurutnya, kenapa banyak pengecer menjual mahal gas elpiji 3 kg, karena memanfaatkan kesempatan ketika gas di tingkat agen atau pangkalan kekosongan stok.

"Nah, ketika di agen dan pangkalan kosong, pengecer ini mulai permainkan harga. Otomatis ketika warga butuh, biar mahal dijual pengecer, pasti tetap dibeli," ucap Basir.  

Warga Palu lainnya, Nur Mustakim, berharap, pemerintah mengatasi pengecer yang mempermainkan harga gas melon. Apalagi pengecer tersebut sudah keterlaluan mengambil untung.

"Kalau misalnya Rp20 ribu per tabung mungkin masih masuk akal. Ini pengecer sampai jual Rp40 ribu per tabung, kan jelas sudah memberatkan warga. Untung pengecer per tabung sampai Rp22 ribu, banyak sekali," imbuhnya.

Baca juga: Pencuri 21 Tabung Gas Melon Diancam Tujuh Tahun Penjara

Terpisah, salah satu pengecer gas elpiji 3 kg, Sarmila, mengaku, menjual gas melon sampai Rp40 ribu per tabung sudah sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Menurutnya, modal membeli gas melon di tingkat pangkalan Rp35 ribu per tabung. Selain modal tinggi, untuk mendapatkan stok gas melon juga susah karena harus mengunjungi seluruh pangkalan yang ada di Palu.

"Ini stok yang kami jual saja baru didapat kemarin. Wajar kami jual mahal karena modal dan dapatnya juga susah," ujarnya.

Sarmila mengaku tahu kalau gas melon yang dijualnya sudah melebihi HET. Menurutnya, ia dan pengecer lainnya bisa menjual gas melon lebih murah ketika harga di tingkat pangkalan juga murah.

Namun, di beberapa pangkalan juga sudah ada yang mempermainkan harga.

"Misalnya pangkalan jual Rp20 ribu per tabung, kami cuma jual Rp22 ribu per tabung. Sekarang kan banyak pangkalan jual ke kami Rp35 ribu per tabung, otomatis biar pengecer dapat untung jualnya Rp40 ribu per tabung," tutur Sarmila.(OL-5) 

BERITA TERKAIT