07 July 2022, 18:32 WIB

Cirebon Gencarkan Program Penurunan Angka Stunting


Nurul Hidayah |

KOTA Cirebon, Jawa Barat menargetkan penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024 mendatang. Berbagai program dilancarkan berkolaborasi dengan instansi lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah percepatan penurunan stunting. "Langkah percepatan penurunan stunting dimasukkan dalam perencanaan dan penganggaran dengan bentuk program kegiatan nyata," tutur Agus, Kamis (7/7).

Dengan langkah percepatan ini ditargetkan pada 2024 mendatang angka stunting di Kota Cirebon menurun 14 persen. Sedangkan saat ini angka stunting di Kota Cirebon berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, angka stunting di Kota Cirebon mencapai 30,6 persen atau masuk kategori tinggi.

Ada pun percepatan yang dilakukan diantaranya dengan menurunkan tim pendamping keluarga. Tim yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader keluarga berencana mendatangi langsung setiap keluarga. Selain mendata mereka juga memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada keluarga yang didatangi. Melalui program ini diharapkan didapatkan angka yang valid mengenai angka stunting di Kota Cirebon.

Selain itu, Pemkot Cirebon juga berkoordinasi dengan instansi lain seperti Kementerian Agama untuk memberikan penyuluhan kepada calon  pengantin.

Dari Kabupaten Cirebon dilaporkan pemerintah daerah tersebut juga  membentuk Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). "Kami  juga melakukan pengumpulan data di sejumlah kecamatan yang terindikasi terdapat kasus stunting tinggi," tutur Wakil Bupati Cirebon, Wahyu  Tjiptaningsih.

Setidaknya, lanjut Ayu, ada 6 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang memiliki angka stunting tinggi. Penyebab utama stunting menurut Ayu yaitu kemiskinan. Untuk itu, percepatan penurunan stunting harus melibatkan semua pihak. "Bukan hanya kesehatan, ekonomi dan sosial juga sangat berperan penting dalam mengurangi jumlah stunting," tutur Ayu. (OL-15)

BERITA TERKAIT