06 July 2022, 19:37 WIB

Karya Lukisan Mother Earth Dipamerkan di Kuta Bali


Arnoldus Dhae |

KARYA pelukis asal Amerika bernama Yaari Rom bertajuk Mother Earth dipamerkan di Park23 Gallery &Creative Hub, Kuta, Bali, selama sepekan mulai Senin (4/7). Lukisan ekspresionis transformatif ini terinspirasi dari alam dan seniman Rom dipamerkan di Park23 Gallery & Creative Hub, Tuban, Bali, dari tanggal 6-24 Juli 2022. Setiap hari dari pukul 12:00-20:00 Wita.

Galeri yang terbuka untuk umum akan menyelenggarakan serangkaian talkshow dan lokakarya selama periode pameran. Dalam beberapa bulan terakhir, Park 23 Creative Hub sangat aktif mendukung pengembangan kreativitas di Pulau Dewata baik seniman lokal Bali maupun internasional.

Kolaborasi baru dengan Yaari Rom, seniman internasional unik yang berbasis di Bali, bertujuan untuk memberikan inspirasi dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi kesakralan Bali baik tanah maupun lautan melalui goresan warna. Yaari adalah seniman serba bisa dengan karya seni yang spektakuler. Karyanya terinspirasi oleh kompleksitas keterlibatan manusia dan alam dengan kebebasan berekspresi.

Seniman asal Amerika Serikat ini mulai melukis pada usia belia. Berasal dari keluarga pemikir yang kreatif, Yaari juga mengembangkan bakat seni pertunjukan dan mengekspresikan imajinasinya ke dalam cerita dongeng melalui musik dan tari. Berkeliling dunia selama bertahun-tahun, Yaari berpartisipasi dalam teater dan seni jalanan. Yaari banyak bergaul dengan bintang industri musik seperti Rod Stewart, Long John Baldry dan Lesley Duncan, sebelum membentuk band sendiri "The Dandy Boys" yang membawakan musik beragam.

Yaari lalu menetap untuk mengekspresikan diri dengan seni dan lukisannya hingga membawanya ke pulau Dewata Bali.

Menurut Pelaku Seni Bali Ni Made Toya, Yaari tiba di Bali pada tahun 2003.

"Saat itu Yaari langsung merasa seperti pulang kembali ke rumah  dengan keindahan pulau dan unsur spiritualitas budaya Bali yang menakjubkan," ujarnya.

Baca juga: 21 Lukisan Bernuansa Jakarta Tempo Dulu Karya Sarnadi Adam Dipamerkan di TIM

Diprakarsai oleh ibu dan teman-temannya yang sudah akrab dengan Bali, ia mendirikan studio pertamanya di Penestanan, Ubud. Keindahan alam yang memikat, menginspirasi Yaari untuk membagikan visinya dan menciptakan sekolah kecil untuk anak-anak lokal. Setelah bertahun-tahun membangun sekolah, ia tertarik pada pengembangan yang lebih besar, Yaari memutuskan untuk pindah ke Seminyak dan membangun Yaari Toya Center keduanya untuk seni bersama Ni Made Toya. Dia memiliki banyak siswa dan terus mengembangkan pendidikan seni, bekerja sama dengan banyak LSM dan lembaga.

Menjadi seniman multi-talenta, Yaari menampilkan perjalanannya yang menentukan 'The Art of Mother Earth' tentang mengambil peran untuk planet kita yang lahir dari urgensi berbagai masalah lingkungan saat ini serta didorong oleh niat positif yang kuat.

"Tekad untuk melindungi bumi lewat karya seni sebagai bentuk perlawanan disinformasi dan untuk merefleksikan kebiasaan buruk kita di bidang lingkungan serta perilaku sosial kita," urai Toya.

Sementara pelukis Yaari Rom merasa tanggung jawab seorang seniman sepanjang sejarah adalah untuk menceritakan sebuah kisah ironis melalui konten visual.

"Saat ini menjadi lebih penting bagi semua generasi untuk mengambil bagian dan memiliki kepekaan terhadap gerakan sosial untuk lingkungan hidup. Melalui penggunaan tema yang dapat dipahami dalam media yang unik, seniman mengajak penikmat seni untuk membebaskan diri mereka dalam pemikiran, kreasi, dan menkoneksikan diri mereka kembali kepada alam," ujarnya.

Pada pameran retrospektif ini, jiwa dari sebuah karya bertransformasi, dari karya garis hitam dan putih, monoton, buram dan pigmen fluoresen ke garis-garis. Sebuah gerakan untuk merayakan kesadaran kita semua untuk bumi. Bersama-sama menciptakan perjalanan visual untuk Anda, penikmat seni.(OL-5)

BERITA TERKAIT