05 July 2022, 23:35 WIB

JK Resmikan Masjid Islamic Center Nurul Yaqin di Kota Palu


Mitha Meinansi |

KETUA Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla atau JK meresmikan Masjid Islamic Center Nurul Yaqin, yang berada di Jalan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (5/7).

"Ini masjid yang unik. Sebab saat melaksanakan ibadah kita bisa merasakan hawa langsung dari laut. Ketika selesai melaksanakan ibadah
salat, kita bisa langsung menyaksikan keindahan alam laut lepas," kata JK saat memberikan sambutannya.

Mantan Wakil Presiden RI itu menambahkan, Islamic Center memiliki konsep unik dan minimalis. Ia mengapresiasi pembangunan masjid yang dibangun di atas tanah wakaf warga tepat berada di tepi Teluk Palu.

Masjid tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Bentuk bangunan fisiknya akan menunjukkan simbol persatuan ulama dan umara.

Karena itu, di balik keunikan dan keindahan tersebut, JK kembali mengingatkan fungsi dan keberadaan masjid sebagai hal yang sangat
penting. "Saya selalu menyampaikan bahwa masjid itu paling tidak harus memakmurkan dan dimakmurkan," ujar JK.


Baca juga: Nikmati Keindahan Bukit Tompe, Ibas Dukung Pengembangan Desa Wisata


Saat meresmikan masjid yang berada tak jauh dari pantai itu, JK didampingi Ketua DMI Sulawesi Tengah Ahmad Ali, Wali Kota Palu Hadianto
Rasyid, Ketua MUI Sulteng, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulawesi Tengah.

Lebih jauh JK berharap, agar kehadiran Islamic Center Nurul Yaqin bisa memberi manfaat bagi jamaah maupun masyarakat di sekelilingnya. Paling tidak, bisa menjadi wisata religi bagi warga Kota Palu karena memiliki pemandangan yang cukup indah, lantaran berada di Teluk Palu.

Tak hanya itu, kehadiran Islamic Center tersebut juga diharapkan bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar serta bisa
memaksimalkan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan baik.

"Tidak hanya ekonomi tapi juga berfungsi menjadi tempat pendidikan bagi umat sehingga bisa menjadi jalan dalam meningkatkan ilmu
dan iman bagi setiap jamaahnya," tuturnya.

JK juga menyebutkan bahwa masjid sangat ditentukan oleh tiga hal, yakni yang membangun masjid, yang memelihara masjid, dan yang mengelola masjid atau organisasinya. "Tanpa kolaborasi tiga unsur tersebut, maka fungsi masjid tidak akan bisa terwujud," tandasnya. (S-2)

BERITA TERKAIT