05 July 2022, 21:15 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada Sosialisasi Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK


Djoko Sardjono |

 

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten bekerja sama dengan
mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM)
Yogyakarta menggelar sosialisasi hewan kurban di tengah persebaran
penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sosialisasi hewan kurban dalam rangka antisipasi PMK, diselenggarakan
pada Senin (4/7) di Gedung Serbaguna Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi,
Klaten. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peternak sapi di Desa
Kadilanggon dan Desa Kaligayam.

"Tujuan diadakannya sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagaimana berkurban yang benar di tengah merebaknya PMK pada hewan sapi saat ini," kata Choirunisa, ketua penyelenggara sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi hewan kurban menyambut Idul Adha, juga dimaksudkan
agar masyarakat mengetahui bagaimana berkurban yang benar di tengah
merebaknya PMK. Ini merupakan program kerja mahasiswa KKN UGM di Desa
Kadilanggon.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Kadilanggon, Sri Agung Sukawijaya,
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran mahasiswa KKN UGM Yogyakarta atas terselenggaranya sosialisasi antisipasi hewan kurban di tengah merebaknya PMK.

"Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa KKN UGM yang menggagas
diadakannya sosialisasi antisipasi hewan kurban di tengah merebaknya
PMK. Pun apresiasi ditujukan kepada Pemerintah Kecamatan Wedi, dan DKPP
Kabupaten Klaten," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Wedi Rizqam Iryawan mengingatkan kepada peternak jika mengetahui ada hewan peliharaannya bergejala PMK untuk segera melapor ke dokter hewan atau dinas terkait. Sehingga, hewan bergejala PMK cepat tertangani.

"Saya selaku pribadi dan pemerintah berharap dengan diadakannya
kegiatan sosialisasi hewan kurban di tengah persebaran PMK, warga
khususnya peternak menjadi lebih tenang dalam menyikapi PMK pada hewan
ternak sapi maupun kambing," tandasnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wedi, Oni Dwi
Kurniawan, mengungkapkan bahwa angka kasus bergejala PMK di wilayah
kecamatan ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan kecamatan lain di
Kabupaten Klaten.

"Penularan PMK bisa melalui kontak langsung dengan sapi bergejala PMK,
oral konsumsi, dan lain-lain. Untuk tingkat kesakitan hewan rentan,
yakni 80-100 persen. Pun tingkat kematian hewan cukup tinggi. Maka
peternak harus waspada," pesannya. (N-2)

BERITA TERKAIT