05 July 2022, 10:31 WIB

Berbeda dengan Kementrian Agama, Pemkot Ternate Tetapkan Salat Iduladha pada 9 Juli


Hijrah Ibrahim |

PENYELENGGARAAN Salat Iduladha 10 Zulhijah 1432 Hijriyah, yang telah ditetapkan Pemerintah pusat melalui Kementrian Agama Republik Indonesia pada Minggu (10/7) teryata tidak diikuti Pemerintah Kota Ternate, yang menetapkan Salat Iduladha pada Sabtu (9/7).

Penetapan ini disepakati Wali Kota Ternate Tauhid Soleman melalui rapat bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kementerian Agama Kota Ternate pada Senin (4/7).

Wakil Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Ternate Hidayatullah Salam Sehan mengatakan, sebelumnya, telah dilakukan rapat dengan keputusan bahwa pelaksanaan Iduladha sesuai dengan keputusan pemerintah pusat.

Baca juga: Hewan Kurban di Sulawesi Tengah Cukup dan Bebas PMK

Namun, setelah melihat perkembangan di lapangan, rata-rata umat muslim di Kota Ternate meyakini 10 Zulhijah jatuh pada Sabtu (9/7), satu hari setelah wukuf di arafah.

"Kami memutuskan pelaksanaan Salat Iduladha jatuh pada Sabtu (9/7) karena umat muslim di Kota Ternate meyakini 10 Zulhijjah jatuh pada tanggal 9," ungkap Hidayatullah, Selasa (5/7)

Meski begitu, Hidayatullah menyampaikan pihaknya tidak melarang, apabila terdapat warga yang melaksanakan Salat Iduladha sesuai dengan keputusan pemerintah pusat yaitu pada Minggu (10/7).

"Kami tidak melarang, jika ada yang mau Salat Iduladha sesuai dengan keputusan tim rukyat pemerintah pusat, mudah-mudahan tidak ada gesekan di lapangan, karena ini sifatnya sunnah," Tuturnya

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Ternate Muhammad Ichsan menambahkan, Pemkot Ternate akan melaksanakan Salat Iduladha di Lapangan Gelora Kie Raha Ternate sekitar pukul 07.30 WIT.

"Kami akan melaksanakan salat di lapangan Gelora Kieraha dan imam pada pelaksanaan salat tersebut yakni H Nakir Swali," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT