04 July 2022, 22:58 WIB

Pemerintah Akan Bangun Tanggul Banjir Rob di Kawasan Belawan


Yoseph Pencawan |

PEMPROV Sumatera Utara (Sumut) akan merealisasikan pembangunan tanggul untuk menanggulangi banjir rob yang kerap menggenangi kawasan Belawan Kota Medan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, selama ini pemerintah provinsi sudah memiliki rencana untuk menata kawasan Medan Utara termasuk pembangunan tanggul banjir rob di Belawan.

"Namun (rencana pembangunan) tidak berjalan lantaran berbagai kendala," ungkapnya saat menggelar rapat pembahasan infrastruktur  bersama Pemkot Medan, Senin (4/7).

Sejumlah kendala terbesar dari realisasi rencana pembangunan tersebut adalah ketersediaan lahan dan pandemi Covid-19. Setelah kini pandemi melandai Edy ingin agar rencana pembangunan tanggul rob di Belawan mendapat kepastian.

Dia juga berharap Presiden Joko Widodo dapat melihat langsung kondisi Belawan dan mengarahkan bantuan untuk pembangunan tanggul. Sedangkan mengenai lahan, Edy berjanji akan mengomunikasikannya dengan Pelindo selaku pemegang Hak Pengelolaan Lahan.

Dia berharap masyarakat juga mendukung rencana pembangunan tanggul karena tanpa dukungan itu diyakini pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan, pembangunan tanggul rencananya akan dimulai pada 2022 dan dibagi pada lima zona. Setiap zona akan dibangun tanggul sepanjang satu hingga dua kilometer.

Tahap pembangunan akan diawali untuk dua zona. Namun Pemkot Medan hanya mampu menganggarkan biaya untuk satu kilometer pembangunan tanggul setiap tahun senilai Rp25 miliar.

Pada zona pertama akan dibangun tanggul sepanjang sekitar satu kilometer dan dibiayai Pemkot Medan. Pada zona kedua juga akan dibangun tanggul dengan panjang yang hampir sama, tetapi akan dibiayai Kementerian PUPR.

Pembangunan tanggul rob di Belawan menurutnya akan memakan biaya yang relatif lebih besar karena kawasan tersebut memiliki kontur tanah yang lembek. Namun bila seluruh tanggul sudah dibangun, masyarakat Belawan tidak akan lagi merasakan genangan yang biasanya datang empat bulan sekali. "Kami berharal lahan Pelindo seluas 4,5 hektare dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur ini," katanya. (OL-15)

BERITA TERKAIT