04 July 2022, 21:45 WIB

Langkah Strategis KSAD Manfaatkan Lahan Tidur


Media Indonesia |

PROGRAM ketahanan pangan sudah menjadi domain banyak pihak karena posisi tersebut sangat strategis untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyadari hal tersebut dan terus berupaya keras mewujudkan program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Misalnya saja, dengan menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis nasional.

Bentuk dukungan tersebut berupa kebijakan yang disampaikan kepada satuan jajaran TNI AD agar menciptakan lahan kosong menjadi lahan produktif. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan, sekaligus mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan.

"Saya ingin melihat bagaimana satuan-satuan mengimplementasikan perintah saya untuk membantu masyarakat yang terdampak masalah ekonominya setelah pandemi covid-19," ujar KSAD dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (4/7).

Kebijakan tersebut telah diimplementasikan Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak melalui pengolahan lahan kosong milik Kostrad seluas 37 hektare di Dusun Sadariwan, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat melalui kerja sama penggarapan lahan pertanian padi dengan masyarakat setempat.

KSAD mengapresiasi kesigapan satuan dalam mengimplementasikan tujuh perintah harian KSAD, khususnya pada butir kelima bahwa TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat, apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi.

Panen bersama di lahan pertanian milik Kostrad yang sebelumnya merupakan lahan tidur itu, merupakan wujud nyata membantu masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan.

"Kegiatan panen padi bersama ini telah menunjukkan adanya kebersamaan rakyat dengan TNI AD dalam upaya menyukseskan salah satu program Pemerintah, yaitu menciptakan ketahanan pangan nasional. TNI AD akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun kesulitan itu dan bisa memberikan solusi," tegas Jenderal Dudung lagi, akhir pekan lalu.

Langkah yang diambil KSAD itu dinilai pengamat ekonomi Apep Agustiawan sebagai tindakan tepat. Sebab krisis global membuat Indonesia harus mempersiapkan langkah antisipatif terhadap setiap dampak yang mungkin terjadi terkait keamanan dan stabilitas pangan dalam negeri. 

"Persoalan pangan ini harus diakui jadi bagian dari masalah global yang juga dihadapi oleh negara-negara lain di dunia. Tentu kita harus berjuang keras supaya memiliki ketahanan pangan yang lebih baik, salah satunya dengan pola yang dilakukan KSAD ini," terang Apip.

Para pemangku kepentingan, lanjut Apip, harus bersinergi dan berupaya memperkuat sumber daya yang dimiliki agar mampu memberi jaminan ketahanan pangan. Setidaknya selama pemulihan untuk bangkit dari pandemi, mengingat ketahanan pangan merupakan keadaan ketika semua orang memiliki akses sosial dan ekonomi terhadap kecukupan pangan yang bergizi untuk hidup produktif dan sehat. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT