04 July 2022, 18:05 WIB

Saroni, Disabilitas Mandiri Bersama Semen Gresik


Haryanto |


TERLAHIR  dari keluarga petani dan menyandang disabilitas, tak menghalangi Saroni untuk berdikari, mengubah keadaan.

Di tengah keterbatasan, lelaki kelahiran Rembang, 11 Januari 1992 ini
merintis usaha di bidang produksi dan pengemasan makanan ringan dengan
nama UD Orselo.

Nama tersebut singkatan dari kata Orang Dukuh Selo. Ia mengambil alamat tempat tinggalnya di Dukuh Selo, Desa Pelang, Kecamatan
Sarang, Kabupaten Rembang.

Pertama kali merintis, kemasan produknya masih sederhana dan sistem
pemasaran pun tergolong konvensional. Namun sejak 2019, ada secercah
harapan ketika Rumah BUMN Rembang (RB) yang diinisiasi PT Semen Indonesia (Persero)Tbk (SIG) dan PT Semen Gresik (PTSG) berdiri. Usaha UD Orselo berkembang, setelah dirinya bergabung menjadi mitra binaan RB Rembang.

Di RB ini, UKM-nya mendapatkan program pendampingan dan pelatihan agar
usahanya naik kelas. Beberapa manfaat yang diproleh, di antaranya
terkait pengemasan dan izin usaha, pelatihan pengembangan usaha, serta
kesempatan untuk ikut serta pada UMKM Kokoh.

"Ilmu yang diberikan oleh para mentor melalui pelatihan di RB Rembang
mengubah pola pikir saya tentang bisnis yang baik. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omset UD Orselo naik 50% atau sekitar Rp10 juta per bulan. Saya berterima kasih kepada Semen Gresik atas pendampingan ini," aku Saroni saat dihubungi pada Senin, (4/7).

Selama menjalin kemitraan, kata Saroni, pihaknya dibantu untuk
mengembangkan Jejaring dengan para pelaku UKM, sektor pemerintah, dan para tokoh. Ia juga mengaku menjadi lebih percaya diri karena fasilitator dan mitra lainnya tidak pernah menganggapnya berbeda.

Pemberdayaan

Sementara itu, Senior Manager Komunikasi dan CSR PTSG, Dharma Sunyata,
mengapresiasi pencapaian UD Orselo yang kian berkembang pesat. Dia menandaskan, pendampingan kepada difabel yang menekuni bisnis
UKM  sebagai bentuk dukungan dan komitmen perusahaan atas terciptanya
masyarakat inklusif yang peduli pada kesejahteraan kaum difabel di wilayah operasional perusahaan.

Nilai manfaat program pemberdayaan, kata Dharma, yaitu menguatkan kapasitas usaha kelompok disabilitas di wilayah Rembang dan Blora untuk mencapai kemandirian, menciptakan ekosistem sosial sehat dan ekonomi meningkat yang berkelanjutan.

"Sahabat difabel kami beri kesempatan yang sama untuk mengikuti kompetisi UMKM Kokoh sebagai bentuk apresiasi terhadap UKM mitra yang mau berkembang bersama RB Rembang," tandas Dharma.

Ia menambahkan selama pendampingan, difabel mendapatkan  berbagai
peningkatan, baik secara kemasan, merek, maupun manajemen produksi.

UKM yang bermitra dengan RB  Rembang, lanjut dia, mayoritas bergerak di
kerajinan bonggol jagung, kerupuk rambak, kacang bawang, pangsit, kerupuk pati, kopi, cairan pencuci tangan dan tali masker hingga busana. (N-2)

BERITA TERKAIT