02 July 2022, 17:05 WIB

Kini Ada Wadah Transaksi Barang Antik lewat Aplikasi


Ardi Teristi Hardi |

SEBUAH perusahaan rintisan atau startup lahir di kota budaya, Yogyakarta, bernama Hobikoe. CEO sekaligus Founder Hobikoe, Mukhammad Washar Wasesa, menceritakan, Hobikoe memiliki misi menjadi satu-satunya media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi, dan antik di regional Asia.

"Kami membangun kolaborasi pecinta barang antik se-Indonesia, membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia," paparnya di Yogyakarta, Jumat (1/7) petang.

Hobikoe juga ingin menjadi penguasa media transaksi barang seni, koleksi, dan antik se-Indonesia yang bisa go internasional serta ekspansi ke Asia.

Dengan mendirikan Hobikoe, pria yang akrab disapa Wesa ini ingin menggabungkan hobi dengan bisnis berbasis teknologi. Hobikoe, yang berdiri pada 24 Januari 2020, menjadi platform aplikasi jual beli barang antik dan hobi bagi kolektor dan komunitas pecinta barang seni, antik dan barang koleksi lainnya.

"Platform digital ini satu-satunya di e-commerce Indonesia menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antara para
anggotanya," ujar dia.

Hobikoe kini telah membukukan pendapatan sebesar Rp1 miliar dalam setahun dengan nilai pertumbuhan google analitik yang naik 15%. Dengan jumlah pengunduh aplikasi mencapai 5.000, Hobikoe hadir sebagai media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi, dan antik di regional Asia.


Baca juga: Pemkab Garut Ingin Bawa Festival Baso Aci Mendunia


Adapun arah market yang disasar ialah pengguna transaksi mata uang digital, blokchain, NFT- super collector dunia, GalerySeni, dan koleksi Indonesia & Asia, pasar barang antik Indonesia & Asia, galeri barang antik Indonesia & Asia, rumah lelang barang antik Indonesia & Asia, hingga pegadaian barang antik, koleksi dan seni Indonesia & Asia.

Wesa menyebut, potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan dunia hobi, khususnya bagaimana para pengguna terlayani oleh collection management system dengan cloud collection management system yang aman dan terenkripsi.

Hobikoe tidak akan berhenti hanya pada menjawab persoalan jual beli barang antik, vintage, dan temuan secara online. Melalui platform ini, Hobikoe akan menciptakan iklim dan sistem lelang dengan manajemen yang mumpuni, seperti dengan kurasi, appraisal, trading and auction, hingga layanan uang digital, NFT, dan blokchain.

Wesa memiliki misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya. Selain sebagai pendiri Hobikoe, Wesa yang kelahiran Brebes saat ini juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Antique Community, sebuah komunitas yang menaungi banyak komunitas jual beli barang antik serta Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIY. Saat ini, ia memiliki sekitar 35 jenis koleksi barang antik.

Hobikoe, yang berada di bawah bendera PT Djaya Dipa Indonesia, telah resmi berhukum dan peraturan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan akta Nomor 4 tanggal 3 November 2020 dan telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Keputusan Nomor AHU- 0063774.AH.01.01 Tahun 2020. (S-2)

 

BERITA TERKAIT