02 July 2022, 16:50 WIB

Pemkab Garut Ingin Bawa Festival Baso Aci Mendunia


Kristiadi |

PEMERINTAH Kabupaten Garut kembali menggelar Festival Baso Aci Garut bagi masyarakat dengan menghadirkan 40 pedagang setelah dua tahun tertunda akibat pandemi covid-19. Pelaksanaan festival yang kali kedua digelar tersebut semakin menarik antusias warga untuk membuat baso aci rumahan.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, Festival Baso Aci Garut yang untuk kali kedua digelar di daerahnya itu disambut luar biasa karena dihadiri 40 peserta. Adapun festival ini pertama kali digelar pada 2019 dan tertunda dua tahun karena pandemi covid-19 melanda.

Menurut Helmi, yang menarik dari festival ini adalah banyaknya baso aci rumahan asli buatan masyarakat Garut. Ia pun berharap festival ini akan terus digelar agar menjadi event yang mendunia.

"Kita punya (Situ) Bagendit dan juga (Gunung) Papanyang yang diharapkan menjadi wisata yang mendunia. Kita juga ingin Kabupaten Garut memiliki festival yang bisa mendunia. Karena, sekarang yang namanya medsos tidak mengenal batas negara dan itu semua (bisa mengakses). Kami juga mengajak masyarakat Garut dan Provinsi Jawa Barat untuk datang mencicipi baso aci buatan Garut karena paling enak sedunia," kata Wabup, Jumat (1/7).

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Baso Aci Garut, Raden Dhani Omar Dien, mengatakan, kegiatan yang digelar ini memang ditargetkan menjadi event tahunan, tapi sejak dua tahun tertunda setelah mewabahnya covid-19. Baru tahun ini bisa kembali digelar dengan menghadirkan 40 pedagang baso aci. Pihaknya pun telah menyeleksi para pedagang yang dinilainya memiliki baso aci terenak di Garut.


Baca juga: Pemkot Sukabumi Komitmen Penuhi Indikator Kota Layak Anak


"Dalam kegiatan ini menyediakan 45 tenant dengan 40 di antaranya merupakan baso aci yang terbagi dalam 3 kategori pedagang yakni legend hits dan newcomers. Namun, dari segi rasa kita perhatikan mereka datang ke sini memang yang benar-benar dari mereka sudah punya massa yang banyak atau juga dia punya rasa yang bagus tapi juga belum terlalu terkenal," ujarnya.

Menurutnya, pada gelaran pertama 2019 lalu, festival baso aci hanya sebagai kampanye untuk memperkenalkan kuliner khas Kabupaten Garut. Adapun untuk tahun ini pihaknya mengusung target membangkitkan ekonomi para pedagang baso.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Keperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Garut, Erni Herdiani, mengungkapkan kegiatan ini bisa meningkatkan omset pelaku usaha khususnya pedagang baso yang hadir secara langsung di Festival Baso Aci Garut.

"Harapan kita sebagai dinas koperasi adalah pembinaan pelayanan terhadap para pelaku usaha mikro di Kabupaten Garut, sehingga bisa melakukan pemasaran berdaya saing dan omsetnya lebih bisa besar lagi. Karena, baso aci tersebut khas Garut dan juga buatan rumahan," pungkasnya. (S-2)

 

BERITA TERKAIT