01 July 2022, 22:24 WIB

Sopir Angkot Palembang Resah Dengan Penerapan Aplikasi MyPertamina


Dwi Apriani |

MESKI belum diterapkan di Palembang, Sumatera Selatan, namun masyarakat mulai mempertanyakan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Masyarakat menilai penerapan digitalisasi ini harus dibarengi juga dengan perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil.

Ardi Hamdi, 39 tahun, sopir angkot di Kota Palembang, mengatakan dirinya dan sejumlah sopir angkot trayek Ampera-Tangga Buntung  yang ada di wilayah Palembang bingung apabila kebijakan itu diterapkan.

"Kami tidak memakai ponsel yang canggih. Bagaimana bisa dan bagaimana caranya untuk kami isi bensin (Pertalite) jika tidak punya ponsel. Jangankan ponsel, untuk membeli kuota internet saja, kami tidak sanggup. Penghasilan sehari-hari kami tidaklah banyak," keluh Ardi, Jumat (1/7).

Ia berharap agar pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut. Kalau pun akan diterapkan, pihaknya meminta agar ada kompensasi atau kemudahan ataupun pengecualian untuk para sopir angkot.

"Kami harapkan pemerintah beri solusi untuk kami. Karena sekarang premium saja susah ditemukan. Kami sudah mulai beralih pakai Pertalite. Tapi sekarang malah harus pakai aplikasi seperti ini," jelasnya.

Hal serupa juga dialami Novish, 41, warga Sukarami, Palembang. Menurut dia, kebijakan dari pemerintah pusat itu membuat masyarakat ribet.

"Berarti kalau mau beli BBM, bakal ribet. Iya kalau ada hp dan ada aplikasi. Bagaimana kondisinya bila tidak punya hp? Tentunya akan membuat keruwetan nantinya," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT