01 July 2022, 18:05 WIB

Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik, Impian Pengrajin Batik Ecoprint di Klaten Terwujud


Djoko Sardjono |

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi  Desa Wisata Bugisan, Prambanan, Klaten, Jumat (1/7). Desa ini masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Dikesempatan ini, Sandiaga mewujudkan impian pengrajin ecoprint dengan membeli peralatan pemgembangan produksi.

"Selamat ya, Desa Wisata Bugisan berhasil masuk 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia dari 3.500 peserta," ucap Sandiaga Uno setiba di Desa Bugisan.

Menurut Menparekraf, Desa Wisata Bugisan memiliki daya tarik luar biasa. Ada Candi Plaosan atau Candi Kembar yang memiliki filosofi mengenai percintaan.

Produk ecoprint desa wisata ini juga dinilai berkualitas baik. Ini patut dipromosikan atau diperkenalkan melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Untuk itu Sandiaga wujudkan impian pengerajin batik ecoprint dengan membeli peralatan pengembangan produksi.

Mulanya Sandiaga melihat pameran beragam produk ekonomi kreatif. Saat berada di mini galeri batik ecoprint, Sandiaga mendengar curahan hati dari Hastin yang merupakan perwakilan ibu-ibu PKK Desa Bugisan.

Hastin mengatakan ada sejumlah kendala dalam memproduksi batik ecoprint, seperti modal, bahan, dan peralatan. Sehingga beberapa masyarakat diantaranya tidak melanjutkan kegiatan produksi batik ecoprint tersebut.

"Tadinya 10 orang pak, karena ada yang kurang modal. Jadi proses produksi  batik ecoprint ini kita butuh bahan-bahan, alat juga promosinya. Dan kami yang bertahan ini mandiri," kata Hastin kepada Sandiaga.

Mendengar itu, Sandiaga memberikan solusi untuk para pengerajin batik ecoprint tetap berproduksi dan terus berkembang. "Tadi sudah disampaikan kebutuhannya. Alhamdulillah dalam waktu cukup singkat kita bisa mendapatkan kebutuhannya," ungkap Sandiaga.

Sandiaga pun langsung memberikan bantuan berupa peralatan produksi diantaranya mesin jahit, kompor gas, dan bantuan modal untuk membeli bahan-bahan.

Tidak hanya itu, Sandiaga juga akan bantu pasarkan produk kriya tersebut. Sandiaga menugaskan para pengerajin batik ecoprint untuk membuat 50 outer. "Jadi saya langsung tugaskan untuk membuat 50 outer yang akan dibawa ke malam puncak 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 yang akan dilakukan di Jakarta," lanjut Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga mengapreasiasi alat musik Pring Sedapur kreasi Ki Sutikno, dan kearifan lokal bank sampah yang dikembangkan di desa wisata tersebut.

Desa Wisata Bugisan masuk ekosistem pengembangan kawasan subprioritas Borobudur. Maka, diharapkan banyak wisatawan datang ke Klaten, terutama ke desa wisata ini.

"Saya melihat Desa Wisata Bugisan menjadi klaster percontohan 1,1 juta pembukaan lapangan kerja baru berbasis komunitas yang ada di perdesaan," katanya.

Sehingga, kekuatan masyarakat untuk bangkit kembali pascapandemi bisa terwujud. Pun target penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru berkualitas pada 2024 dapat  kita realisasikan.

Menparekraf didampingi Bupati Sri Mulyani melihat tampilan produk Desa Wisata Bugisan, seperti jamu, ecoprint, seni kriya, serta menyaksikan tari kreasi, jatilan, rewanda seta, dan gejog lesung.

Bupati Sri Mulyani menyampaikan rasa syukur Desa Wisata Bugisan masuk 50 besar ADWI 2022. Pun  kehadiran Menparekraf menambah semangat kita untuk mengembangkan desa wisata di Klaten.

Desa Wisata Bugisan, lanjutnya, memang berbeda dengan desa wisata yang lainnya. Karena, hanya satu satunya desa wisata di Klaten yang terdapat bangunan megah Candi Plaosan atau Candi Kembar.

"Desa Wisata Bugisan tidak hanya masuk 50 besar ADWI 2022, tapi juga akan menjadi Kampung Berseri Astra. Mudah-mudahan, Desa Wisata Bugisan masuk dalam nominasi yang lebih kecil lagi. Sehingga, bisa mengangkat pariwisata di Klaten," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Puluhan Pengikut Khilafatul Muslimin Deklarasi Setia NKRI

BERITA TERKAIT