30 June 2022, 17:45 WIB

10 Band Lokal Buleleng Tampilkan Seni Musik Bernuansa Cagar Budaya


Arnoldus Dhae |

AJANG kreativitas seni musik generasi muda yang dibalut dalam konsep cagar budaya menjadi daya tarik tersendiri dalam mengenalkan tradisi warisan sejarah, khususnya di Kabupaten Buleleng, Bali.

Melalui lomba cipta lagu cagar budaya yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, 10 grup band lokal asal Buleleng saling unjuk gigi membawakan lagu ciptaan mereka di hadapan masyarakat bertempat di RTH Bung Karno, Rabu (29/6) malam.

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, yang hadir pada acara ini berkesempatan untuk membuka lomba cipta lagu cagar budaya. Dalam
sambutannya dikatakan, menyikapi kasus covid-19 di Buleleng yang sudah semakin melandai sehingga kegiatan seperti sekarang ini sudah mulai bisa dilaksanakan.

Lebih lanjut Sutjidra mengatakan, dengan adanya lomba cipta lagu cagar budaya ini diharapkan mampu untuk melestarikan warisan seni dan kebudayaan, khususnya di Buleleng.

Sementara itu, ditemui di sela-sela kegiatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengungkapkan lomba cipta lagu ini merupakan suatu konsep untuk mengenalkan kepada generasi muda dalam mewarisi dan melestarikan budaya.

"Untuk itulah dalam memperingati Bulan Bung Karno kami menyelenggarakan lomba ini. Tujuannya untuk menjaga, mengenali, melestarikan, serta mengembangkan seni budaya kita dalam konsep seni cagar budaya," terangnya.

Wisandika menjelaskan, hari ini sebanyak 10 grup band yang sebelumnya sudah lolos seleksi tampil di hadapan dewan juri, sekaligus akan menentukan pemenang. Kemudian pemenang dari lomba ini akan diberikan apresiasi pada acara penutupan Bulan Bung Karno bersama pemenang lomba dari kegiatan sebelumnya Kamis (30/6) malam.


Baca juga: Festival Sriwijaya XXX Bangkitkan Pariwisata Sumsel


Terkait kriteria penilaian, Gede Kurniawan yang selaku juri lomba mengatakan, tahap seleksi karya dari peserta ini sudah diterima sejak seminggu sebelumnya berupa video hasil karya yang pada saat ini dipentaskan secara langsung.

"Hari ini kami ingin lihat pertanggungjawaban langsung atas video yang mereka kirimkan. Agar sesuai dan tidak terlalu jauh dari video yang mereka kirimkan," jelasnya.

Namun, untuk penilaian hari ini ditekankan lebih ke vokal, musikalitas, dan penampilan setiap peserta. "Itu poin pentingnya untuk penilaian hari ini dan tetap yang paling utama dinilai adalah karya ciptanya," imbuhnya.

Lomba cipta lagu cagar budaya ini disambut antusias oleh kelompok musik Purbangkara Ethnic dari Puri Bangkang Buleleng. Salah satu personelnya, Agung Alit Satria Jaya, mengatakan, melalui musik ini secara tidak langsung memberi pesan lewat lagu untuk mengajak masyarakat agar senantiasa turut serta melestarikan seni dan cagar budaya.

Agung Alit berharap, ke depan agar banyak muncul musisi-musisi pada ajang lomba seperti ini. "Saya lihat generasi muda sekarang sungguh luar biasa kemampuannya dalam bermain musik dan seni," pungkasnya.

Grup band dengan aliran musik ethnic kontemporer yang beranggotakan 8 personel ini akan menampilkan dua buah lagu ciptaan sendiri dengan judul Cagar Budaya Buleleng dan Surya Ring Den Bukit. (S-2)

BERITA TERKAIT