30 June 2022, 13:24 WIB

Semarang Mau Hidupkan Kembali Transportasi Trem


Akhmad Safuan |

SETELAH menerima kunjungan delegasi Kota Sofia, Bulgaria, Pemkot Semarang berencana menghidupkan kembali transportasi berbasis rel trem. Di samping akan mengurangi kepadatan lalu lintas, trem juga diyakin menarik wisatawan.

"Tahun ini kita akan groundbreaking transpotasi berbasis rel trem dan dilanjutkan pembangunan fisik," jelas Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Semarang Arwita Mawarti.

Dalam rangka membangun moda transportasi berbasis rel trem, Pemkot Semarang akan belajar dengan otoritas Sofia Bulgaria. Sebab, kota tersebut berhasil mengembangkan transportasi berbasis trem.

Baca juga: Menhub: Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Rampung Dalam 4 Tahun

Langkah pembangunan trem, lanjut dia, sebagai upaya penyediaan sarana transportasi publik yang lebih baik. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot Semarang siap belajar ke Kota Sofia melalui program Internasional Urban and Regional Cooperation (IURC) yang didanai Uni Eropa hingga 2023. 

"Kita targetkan tahun ini sudah dimulai," imbuh Arwita.

Adapun, transportasi berbasis rel trem pernah berjaya di Kota Semarang berkisar 1900-1970. Namun, seiring perkembangan Kota Semarang, moda transportasi publik tersebut tidak beroperasi dan digantikan dengan yang lain.

Baca juga: BPOM Semarang Musnahkan Ratusan Jenis Obat Ilegal

Pada masa kejayaan transpotasi trem di Kota Semarang, setidaknya ada dua jalur utama. Rinciannya, menghubungkan Stasiun Jurnatan menuju arah selatan (Jomblang), yakni melalui Tuti dan Bangkong. Serta, ke arah barat menghubungkan Stasiun Jurnatan menuju ke Banjir Kanal Barat.

Untuk jalur rel ke arah barat, trem melewati jalur penting di Kota Semarang, yakni Alun-Alun (Pasar Johar), sepanjang Jalan Pemuda (Balai Kota), Lawang Sewu (Tugumuda) dan pusat keramaian lainnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT