29 June 2022, 21:45 WIB

Gubernur Bali Targetkan Vaksin Dosis Booster Capai 80% Akhir Juli


Arnoldus Dhae |

GUBERNUR Bali Wayan koster meminta seluruh jajarannya agar mempercepat proses vaksinasi ketiga atau dosis booster hingga akhir Juli 2022. Hal ini disampaikan Koster dalam Rapat Koordinasi Mempercepat Vaksinasi Booster di Bali yang digelar baik melalui virtual maupun offline dari Kantor Gubernur Bali, Rabu (29/6).

Hadir dalam rapat tersebut antara lain seluruh Wakil Bupati dan Wali kota seluruh Bali, para kepala dinas kesehatan seluruh Bali, unsur Polda Bali, Binda Bali, KOREM 163/Wira Satya, Kodam IX Udayana, BPBD Bali dan unsur terkait lainnya. Rapat juga diikuti secara online oleh para kepala desa dan lurah seluruh Bali, para Bendesa adat, para relawan dari seluruh Bali. Ada sekitar 2 ribuan orang yang mengikuti rapat tersebut.

"Saya pantau, persentase vaksinasi dosis booster hingga saat ini tidak naik, tetap saja 70%. Kok tidak naik-naik. Tidak ada perkembangan. Ini tidak serius," ujarnya.

Menurut Koster, dalam rapat koordinasi ini disepakati hingga akhir Juli 2022 jumlah vaksinasi dosis booster di Bali harus mencapai minimal 80%. Hal ini dilakukan agar Bali terus diminati dunia. Sebab bila capaian dosis booster sudah di atas 80%, Bali tidak perlu capek-capek promosi ke seluruh dunia. Untuk mencapai 80% target dosis booster di akhir Juli 2022, Bali membutuhkan sekitar 100 ribu lebih dosis vaksin Covid-19.

Saat ini vaksinasi dosis booster di Bali baru mencapai 70% atau 1,9 juta orang sementara vaksin pertama sudah mencapai 105% atau 3,9 juta orang. Vaksin kedua sudah mencapai 96,5% atau 3,6 juta orang dari total penduduk Bali 4,3 juta orang.

"Ini masih terlalu rendah. bupati dan wali kota harus semangat. Jangan malas," ujarnya.

Di Bali, ada 3 kabupeten dengan capaian dosis booster terendah yakni Buleleng baru 63%, Badung  65% dan Karangasem 68%. Sementara kabupaten lainnya sudah di atas 70%.

Koster meminta kepada seluruh kepala desa, lurah, Bendesa adat, agar mengerahkan warganya untuk booster. "Kalau tidak mau booster jangan dilayani berbagai urusan baik itu secara pemerintahan maupun secara adat. Segera bentuk berbagai kelompok kerja, bentuk posko, supaya jangan hanya di bale Banjar saja. Bisa di pusat-pusat keramaian juga," tegas Gubernur. (OL-15)

BERITA TERKAIT