29 June 2022, 21:11 WIB

Forkopimda Kota Sukabumi Pantau Vaksinasi PMK Hewan Ternak


Benny Bastiandy |

FORUM Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, Jawa Barat, memantau pelaksanaan vaksinasi hewan ternak pada hari terakhir, Rabu (29/6). Sebanyak 300 ekor sapi yang divaksin sejak Senin (27/6).

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menuturkan vaksinasi merupakan upaya mencegah makin meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Sukabumi. Pasalnya, vaksin diberikan kepada hewan ternak yang kondisinya sehat

"Hari ini kami bersama unsur Forkopimda memantau pelaksanaan vaksinasi bagi sapi. Hari ini merupakan terakhir pemberian vaksin yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin," terang Fahmi kepada wartawan di sela pemantauan vaksinasi di salah satu peternakan di Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole, Rabu (29/6).

Turut mendampingi Wali Kota pada kesempatan itu di antaranya Kapolres Sukabumi Kota AKB SY Zainal Abidin, perwakilan Kodim 0607 Kota Sukabumi, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), aparatur pemerintah Kecamatan Cikole, dan aparatur pemerintahan Kelurahan Subangjaya.

"Kami memandang perlu memantau pelaksanaan vaksinasi. Ini untuk memastikan semuanya berjalan lancar," sebutnya.

Kota Sukabumi mendapatkan kuota 300 dosis vaksin PMK pada tahap awal. Vaksin diprioritaskan bagi sapi perah, sapi bibit, dan akseptor. "Ini merupakan pemberian vaksin dosis pertama," tuturnya.

Menghadapi Idul Adha, Fahmi menegaskan akan dijadwalkan pemantauan khusus yang melibatkan berbagai unsur Forkopimda. Pemantauan untuk melihat sejauh mana kondisi kesehatan hewan kurban sebelum dijual ke masyarakat. "Setiap hewan kurban yang dinyatakan sehat hasil pemeriksaan, maka akan ditandai dengan kalung khusus yang dikeluarkan DKP3," katanya.

Di sisi lain, Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menuturkan 300 ekor sapi yang mendapatkan vaksin tersebar di 36 peternakan. Andri optimistis target cakupan vaksinasi yang harus selesai Rabu (29/6) bisa tercapai.

"Pemberian vaksin berlangsung selama tiga hari sejak Senin-Rabu. Insya Allah hari ini (Rabu) selesai. Kami segera laporkan ke Pemprov Jabar dan pemerintah pusat," terang Andri. (OL-15)

BERITA TERKAIT