29 June 2022, 21:06 WIB

Pemkot Denpasar Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana


Ruta Suryana |

PENANGGULANGAN Risiko Bencana (PRB) dan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami menjadi perhatian penting Pemerintah Kota Denpasar, Bali.

Melalui Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh  Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut  Teknologi Bandung (SAPPK-ITB) di Sanur, Rabu (29/6), Pemkot Denpasar  turut berpartisipasi dengan mengutus perwakilan yang berasal dari desa  adat, kelurahan, dan banjar di Kecamatan Denpasar Selatan.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana yang membuka acara FGD tersebut mengatakan upaya penanggulangan risiko bencana bisa dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Peran masyarakat untuk penanggulangan bencana dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap resiko bencana itu sendiri.

"Upaya peningkatan PRB dan kesiapsiagaan bencana tsunami ini bisa melalui upaya mitigasi menghadapi bencana melalui upaya komunikasi, informasi dan edukasi tentang ancaman bahaya bencana kepada masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya edukasi itu adalah melalui penelitian yang dilakukan para akademisi seperti rekan rekan ITB ini," ujar Alit Wiradana.

Wilayah Denpasar sebagai bagian dari Bali, lanjut Wiradana, terbentang pantai di bagian selatan, seperti Sanur, Mertasari dan Serangan. Di mana Bali terletak pada zona pertemuan lempeng lempeng besar dunia, yang berpotensi terhadap bencana gempa yang bisa memicu tsunami.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPPD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa mengatakan peran masyarakat di Kota Denpasar dalam hal mitigasi bencana dan peringatan dini sangat diperlukan.

"Peran segala elemen masyarakat, baik itu dari kalangan aparat desa atau kelurahan maupun Sekaa Teruna yang ada di masing masing banjar nantinya tentu bisa menjadi salah satu peran penting dalam hal peringatan dini bencana ataupun evakuasi jika bencana terjadi. Ini juga upaya untuk membangun masyarakat dan kota tangguh bencana," ujar Joni Arimbawa pada acara yang mengangkat tema "Identifikasi Kapasitas Masyarakat dalam Rantai Sistem Peringatan Dini Tsunami di Bali".

BERITA TERKAIT