29 June 2022, 14:53 WIB

Bocah Hanyut Dilempar Ibunya ke Sungai Denai belum Ditemukan


Yoseph Pencawan |

BASARNAS belum menemukan seorang bocah perempuan yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Denai, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Bocah itu kabarnya dilempar ibu kandungnya ke sungai tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Medan, Budiono, mengatakan pihaknya belum dapat menemukan Humaira, nama anak itu, pada hari ketiga pencarian. "Hingga hari ketiga pencarian tim SAR belum dapat menemukan keberadaan korban," ujarnya, Rabu (29/6).

Dia menjelaskan, pada Minggu (26/6), Basarnas Medan menerima laporan ada kondisi membahayakan manusia di sungai Denai. Korban bernama Humaira Putri, warga Pasar IV, Gang Sepakat V, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.

Bocah perempuan berusia delapan tahun itu dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Denai. Lokasi tepatnya pada bagian sungai yang berada di wilayah Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Saksi mata menyebutkan, sebelum kejadian, Minggu (26/06), sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama ibu kandungnya berjalan di sekitar jembatan rel kereta api di daerah Perumnas Mandala. Namun sekitar pukul 17.30, saksi mata melihat ibunya melempar korban ke sungai dan seketika hilang terbawa arus. 

Warga sekitar sempat berupaya mencari korban, tetapi tidak berhasil. Belakangan diketahui bahwa ibu korban mengalami gangguan kejiwaan dan saat ini sudah diamankan polisi.

Baca juga: Sopir Angkot Tewaskan Empat Penumpang Divonis 13 Tahun Penjara

Setelah menerima laporan tersebut Basarnas Medan segera melakukan pencarian dibantu sejumlah elemen seperti Ditsamapta Polda Sumut, SAR MTA, Rumah Zakat, RBBS, dan warga setempat. Pencarian pun dilakukan dengan menggunakan perahu LCR milik Basarnas Medan, perahu LCR milik Ditsamapta Poldasu, dan perahu rafting milik Potensi SAR Rumah Zakat. Mereka juga mengoperasikan Aqua Eyes, alat untuk mendeteksi objek di bawah air.

Tim gabungan yang dibagi atas dua regu itu melakukan penyisiran mulai dari hulu hingga hilir sungai. Mereka juga mengoperasikan scan sonar untuk mendeteksi objek di bawah air.

Tim gabungan juga memasang jaring di bagian hilir sungai untuk mengantisipasi korban hanyut terlampau jauh. Namun hingga hari ketiga pencarian korban belum ditemukan. (OL-14)

BERITA TERKAIT