28 June 2022, 20:15 WIB

Sembilan Perusahaan Sawit di Kalimantan Selatan Kembangkan Ternak Sapi


Denny Susanto |


PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan swasembada ternak sapi potong dan lumbung pangan nasional penyokong ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sebanyak 9 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalsel telah mengikuti program pengembangan ternak sapi yang disebut Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Siska Ku Intip menjadi program super prioritas dari Pemprov Kalsel yang diatur dalam Peraturan Gubernur No. 053 Tahun 2021 untuk
percepatan swasembada sapi potong. Program ini bertujuan untuk percepatan swasembada sapi potong tahun 2024, dengan Kalsel sebagai pintu gerbang ibu kota negara baru.

"Saat ini sudah ada 9 perusahaan kelapa sawit yang ikut dalam program pengembangan ternak sapi Siska Ku Intip," tutur Suparmi, Kepala
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Selasa (28/6).

Program ini juga telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan pemerintah Australia. Pemerintah Australia mendukung program Siska
Ku Intip di Kalsel dengan bantuan ternak sapi serta program sosialisasi dan sarana prasarana berupa pagar elektrik beberapa tahun lalu.

Suparmi menambahkan program ini didasarkan pada besarnya peluang usaha dan tingginya konsumsi daging di masyarakat. Di sisi lain mahalnya harga pakan impor mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya lokal sebagai sumber bahan pakan alternatif.

"Upaya peningkatan produksi ternak tidak cukup hanya memberikan
rumput alam saja, tetapi perlu adanya pakan tambahan. Dengan program ini bisa menghasilkan daging sapi dengan biaya rendah, karena memanfaatkan rumput alam di perkebunan kelapa sawit serta pakan yang dihasilkan dari limbah industri kelapa sawit," ungkap Suparmi.

Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dinilai
berhasil dalam program Siska Ku Intip adalah PT Buana Karya Bhakti (BKB) di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Selain berhasil mengembangkan ternak sapi dengan memanfaatkan rumput di areal perkebunan, perusahaan juga menciptakan pakan ternak dari limbah sawit yaitu bungkil inti sawit. (N-2)

BERITA TERKAIT