28 June 2022, 20:10 WIB

Klaten Panen Padi Hasil Uji Coba Penggunaan Pupuk Batu Bara Futura


Djoko Sardjono |


PT Casagro Futura Pratama melakukan ekspos panen hasil uji coba
penggunaan pupuk karbon bahan dasar batu bara pada tanam padi varietas Rojolele Srinuk di lahan Agro Techno Park (ATP) Humo Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/6).

Ekspos panen hasil uji coba penggunaan pupuk itu kerja sama dengan
Institut Pertanian Yogyakarta dan PT Berdi Organik Internasional.
Kegiatan ini dihadiri pejabat Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian, dan Gapoktan Klaten.

Direktur PT Casagro Futura Pratama, Vito Tjahyadi, menjelaskan tujuan
ekspos panen hasil uji coba penggunaan pupuk batu bara pada tanaman padi Rojolele Srinuk adalah sosialisasi pupuk nonkimia itu kepada petani di Kabupaten Klaten.

Dalam uji coba kali pertama ini ada empat plot, masing-masing seluas 800 meter persegi. Plot satu dan dua memakai pupuk kimia jenis NPK, plot tiga hanya pupuk batu bara futura, dan plot empat menggunakan pupuk NPK dengan batu bara futura.

Menurut Vito, proyeksi panen hasil uji coba plot satu dan dua 5-6 ton
per hektare. Kemudian, hasil plot tiga sekitar 7 ton. Sementara hasil
panen uji coba plot empat mencapai 7-8 ton.

"Untuk demplot yang menggunakan pupuk kimia kita kurangi dosisnya sampai 50%. Hasil panen dengan menggunakan pupuk kimia dan pupuk batu bara futura cukup tinggi, yakni 7-8 ton per hektare atau rata-rata naik 30%," katanya.

Sosialisasi pupuk karbon bahan dasar batu bara tersebut, menurut Vito,
momen yang tepat dengan kondisi kelangkaan pupuk yang sering dikeluhkan
petani. Ini menjadi jawaban, karena pupuk batu bara futura ini 100%
kandungan lokal Indonesia.

Harga eceran pupuk batu bara futura di Klaten Rp7.500 per kilogram atau
Rp187.500 per 25 kilogram, atau di bawah harga pupuk nonsubsidi. Pupuk karbon bahan dasar batu bara ini sudah dijual di kios-kios pupuk
pertanian di Klaten.

"Pupuk batu bara futura adalah penemuan baru di dunia pertanian. Pupuk ini diproduksi di Ceper, Klaten, dan sudah mendapatkan hak paten dari Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Jadi, sudah diakui dunia," jelasnya.

Sementara itu, Lilik Nugra Harja yang mewakili Kepala Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Klaten dan Umar Said dari Bappeda menyambut positif panen uji coba ragam pupuk pada tanam padi Rojolele Srinuk di lahan ATP Humo Klaten.

Menurut Lilik, penggunaan pupuk nonkimia mengingatkan petani di Klaten
pada masa lalu yang tidak mengandalkan pupuk kimia untuk pemupukan
tanaman pertanian khususnya padi dan palawija. Terbukti hasil panennya cukup baik.

Senada dikemukakan Umar Said, Kabid Litbang Bappeda Klaten. Menurutnya,
petani sekarang juga didorong untuk menggunakan pupuk organik dan
mengurangi pupuk kimia yang sekarang harganya mahal, selain sering
langka di pasaran. (N-2)

BERITA TERKAIT