28 June 2022, 19:35 WIB

Minyak Mentah Cemari Perairan Cilacap, Ribuan Nelayan Terdampak


Lilik Darmawan |

HINGGA Selasa (28/6), tumpahan minyak mentah masih menyelimuti perairan Cilacap, Jawa Tengah. Dugaan sementara, minyak mentah yang mencemari perairan Cilacap sejak kemarin tersebut berasal dari kapal tanker.

Tumpahan minyak tersebut terjadi di sekitar Dermaga Batre, Dermaga Wijayapura hingga ke Area 70. Warga terlihat berusaha membersihkan cemaran minyak.

Salah seorang warga Sugiarto, 50, mengatakan bahwa sejak dinihari dia bersama penduduk lainnya pergi ke pantai. "Saya membawa ember untuk ikut serta membersihkan ceceran minyak berwarna hitam. Setahu saya minyak mulai tercium baunya sejak Senin (27/6) malam," jelas Sugiarto.

Di sisi lain, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sarjono mengatakan bahwa sedikitnya 2 ribu nelayan terdampak pencemaran ini. "Saat sekarang, warga dan nelayan bersama-sama membersihkan cemaran minyak yang berwarna hitam," kata dia.

Menurut Sarjono, dampak yang akan ditimbulkan akibat pencemaran minyak adalah turunnya tangkapan ikan. "Biasanya setelah ada pencemaran seperti ini, tangkapan ikan menjadi turun. Misalnya, sehari nelayan dapat 100 kg dalam kondisi normal, tetapi bisa menurun antara 60% hingga 75%. Jadi paling-paling nanti tinggal 25 kg hingga 40 kg
saja," tambahnya.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Kilang Cilacap, Cecep Supriyatna menyebutkan pihaknya telah sigap melaksanakan prosedur penanggulangan melalui beberapa tahapan. "Tim telah melakukan penanganan dan pembersihan di area tersebut," katanya.

Dijelaskan, hingga saat ini ceceran minyak sudah bisa dikendalikan. "Tim masih terus kami kerahkan untuk memastikan kondisi perairan kembali bersih," ujarnya.

Cecep menjelaskan bahwa penyebab terjadinya ceceran minyak sampai saat ini dalam penelusuran. "Karena peristiwa itu terjadi di area operasional kami, sehingga saat ini kami fokuskan dulu untuk segera melakukan pembersihan area perairan terdampak," jelasnya.

Cecep menambahkan saat ini terus dilakukan upaya pembersihan sisa lapisan minyak yang tipis. "Kami terus lakukan monitoring untuk,memastikan perairan segera kembali bersih," tandasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT