23 June 2022, 21:28 WIB

Geliat KostraTani di Kabupaten Sintang


mediaindonesia.com | Nusantara

PERAN Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KostraTani) untuk pertanian sangat penting, karena itu Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat peran Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian Nasional.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pun mendukung setiap langkah yang dilakukan dalam peningkatan kompetensi SDM di bidang pertanian.

“Karena dengan begitu, dapat mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing guna mencapai swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang modern," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa kita perlu memulai dengan mengubah persepsi petani, bahwa pertanian tidak sebatas memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga, akan tetapi pertanian itu harus dijadikan sebagai ladang menghasilkan duit.

“Peningkatan produktivitas wajib hukumnya diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Bagaimana caranya? Dimulai dengan merubah persepsi pertanian bukan hanya sekedar kewajiban, keharusan, apalagi keterpaksaan. Pertanian harus bisnis karena dengan bisnis peluang menghasilkan uang terbuka lebar,” kata Dedi.

Oleh karenanya, untuk mengubah persepsi masyarakat di pedalaman Pegunungan Kampung Kwau, masyarakat didorong untuk menjadikan tanaman kopi sebagai komoditas utama serta sumber penghasilan masyarakat.

Salah satunya peran Kostratani direalisasikan Kementan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian. Dimana kali ini dilaksanakan di beberapa wilayah di Kalimantan Barat.

Bimtek merupakan kegiatan kerjasama Komisi IV DPR-RI dengan Kementan yang dilaksanakan oleh BPPSDMP melalui UPT pendidikan vokasi, SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Kegiatan Bimtek berlangsung di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dihadiri 85 petani dan penyuluh Sintang, Senin (20/6) yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka.

"Petani milenial harus mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Harus bisa memberikan sentuhan teknologi pada usaha pertaniannya dalam upaya menggenjot produksi dan efisiensi biaya produksi,” kata Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso.

Petani saat ini, katanya, harus aktif tergabung pada komunitas-komunitas pertanian, karena pada komunitas tersebut terjadi saling berbagi pengetahuan tentang informasi teknologi bahkan informasi terkait pasar serta akses pasar digital.

“Rantai pasar bisa terpangkas dan akan meningkatkan pendapatan, yang diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” kata Budi Santoso.

Bimtek dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Yessy Melania, yang memberikan sambutan dan arahan via daring kepada 85 peserta, yang juga mendapat materi dari dua narasumber berkompeten di bidangnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Sintang, Eka Dahliana mengulas tentang Manajemen Pertanian dan praktisi Pertanian dari Pontianak, Abdul Haris, mengangkat materi tentang Strategi Agribisnis dan Optimalisasi Penggunaan Teknologi Bagi Petani Milenial. (OL-13)

BERITA TERKAIT