23 June 2022, 21:10 WIB

Miliki Fosil Lebih Lengkap, Geopark Merangin Tinggal Tunggu Tim UNESCO


mediaindonesia.com |

INDONESIA memiliki berbagai wisata alam yang luar biasa lengkap. Salah satunya Geopark Merangin, yang berada di Provinsi Jambi. Geopark itu kini tengah menunggu tim UNESCO untuk dimasukkan dalam Taman Bumi Dunia (Global Geopark).

Keistimewaan Geopark Merangin jika dibandingkan dengan geopark lainnya ialah memiliki koleksi berupa fosil-fosil dari ratusan juta tahun lalu. Tak hanya fosil hewan, tapi juga fosil daun, kayu, akar, juga kerang.

Fosil-fosil yang diperkirakan berumur lebih dari 300 juta tahun itu bisa dijumpai di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Koleksi fosil di Geopark Merangin menurut para peneliti diperkirakan jauh lebih lengkap dari geopark di negara lain seperti Tiongkok dan Amerika.

Bagi mereka yang hobi wisata alam dan menyukai rafting dapat menikmati keindahan alam di sepanjang Sungai Batang Merangin sambil melihat fosil-fosil tersebut. Fosil yang usianya ratusan tahun ini bisa dilihat di beberapa pemberhentian. Antara lain fosil kayu purba Araucarioxylon Teluk Gedang, fosil daun Muara Karing, fosil Brakhiopoda Mengkarang, hingga formasi Konglomerat Teluk Wang.

Selain menyimpan fosil yang usianya lebih tua dari Pulau Sumatra, Geopark Merangin juga menyimpan pesona alam yang luar biasa indah. Hal ini menjadi salah satu yang membedakan Merangin dari kawasan lain. Contohnya keberadaan beberapa gua yang bisa dijelajahi traveler seperti Gua Sengayu, Gua Sengering, hingga Gua Tiangko.


Baca juga: Polemik Empat Pulau Dengan Aceh, Sumut Berpedoman Keputusan Mendagri


Tidak hanya itu, Geopark Merangin juga didukung keindahan sejumlah danaunya. Di antaranya Danau Pauh, Danau Depati Empat, hingga Danau Telago Biru. Seluruh keindahannya juga diburu banyak wisatawan.

Kekayanaan alam ini juga disempurnakan dengan beberapa air terjun yang juga banyak dijumpai di Geopark Merangin. Sebut saja air terjun Sigerincing, air terjun Lempisang, air terjun Mukus, air terjun Serintik Hujan Panas, dan juga air terjun Dukun Betuah.

Ada pula sumber mata air panas bernama Fumarol Grao Sakti. Wisatawan bisa berendam air panas di sini. Ada juga Mata Air Panas Nilo Sungsang yang tak kalah menarik.

Saat ini, wisata alam geopark memang paling diminati. Tampaknya orang sudah mulai bosan dengan jenis wisata buatan di kota-kota besar. Mereka ingin mencari suasana lain yang bisa mengedukasi, sekaligus mengkonservasi serta memiliki nilai tambah ekonomi kerakyatan.

Provinsi Jambi pun tak mau kalah dengan membenahi geopark yang dimiliki. Terlebih, Pemprov Jambi telah mendaftarkan Geopark Merangin ke UNESCO Global Geopark (UGGp). Kini, Pemprov Jambi tengah menunggu tim dari UNESCO untuk memasukkan Geopark Merangin sebagai Taman Bumi Dunia yang berusia ratusan juta tahun.

Gubernur Jambi Al Haris telah mempersiapkan betul agar Geopark Merangin terdaftar ke UNESCO. "Sudah didaftarkan, tinggal menunggu tim dari UNESCO turun. Kami ditambah dengan tenaga ahli dari kementerian dan badan geologi sudah bekerja, tinggal tim turun menilai, nanti baru kita lihat hasilnya," kata Al Haris dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Pemprov Jambi pun mengajak puluhan media melihat langsung Geopark Merangin dalam perhelatan familiarization trip (famtrip) Festival Jangkat 2022 yang dilaksanakan dari 23 hingga 26 Juni. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT