23 June 2022, 14:46 WIB

Peternak di Lembang Cekoki Sapi dengan Ramuan Khusus untuk Sembuhkan PMK


Depi Gunawan | Nusantara

PETERNAK dibuat khawatir dengan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi, seiring merebaknya kasus ditambah ketersediaan obat-obatan dan vaksin yangmasih sangat terbatas. Pengobatan alternatif pun kini menjadi solusi.

Guna mempercepat kesembuhan ternak yang terinfeksi PMK, peternak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, membuat ramuan khusus dari bahan-bahan tradisional. Bahan-bahan ini terdiri dari perasan jahe, kunyit, jeruk lemon dicampur gula merah, telur serta madu. Hasilnya diklaim cukup berhasil karena sapi yang terserang penyakit mulut bisa sembuh dalam dua hari setelah dicekoki ramuan tersebut.

"Kemarin-kemarin sapi milik saya enggak mau makan sama sekali, setelah diberi ramuan sekarang mendingan sudah mau (makan)," ucap Ayi, 56, peternak sapi perah asal Kampung Cidadap, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kamis (23/6).

Dia mengaku, dari sembilan ekor sapi miliknya, tujuh di antaranya terserang PMK dan sekarang kondisinya berangsur sembuh. Bukan hanya ternak miliknya, tapi hampir semua sapi di Desa Cibodas dan Suntenjaya juga terserang PMK.

"Kalau bikin ramuan sudah lama, tujuannya agar stamina dan menjaga kesehatan sapi. Tetapi pengobatan dengan campuran madu baru sekarang setelah wabah PMK," bebernya.

Penyembuhan hewan ternak yang terserang PMK berbeda, sapi yang berpenyakit di mulut harus dicekoki ramuan sedangkan di kaki atau kuku diberi salep atau obat-obatan yang sudah direkomendasikan mantri hewan.

"Ternak saya, dua ekor sakit mulut, lima ekor di kaki, itu semua kena PMK. Selain dengan ramuan yang saya bikin, pengobatan juga tetap harus dibantu suntikan dari mantri," lanjutnya.

Baca juga: Ramuan Jamu dan Doa Peternak Madura Perkuat Imun Sapi dari PMK

Ayi menyebutkan, ramuan ini diberikan sebanyak 4-5 sendok setiap hari hingga sapi benar-benar sembuh. Setelah sembuh, lanjut dia, peternak harus tetap melakukan perawatan serta memperhatikan kebersihan kandang, jika tidak, sapi bisa kembali terserang PMK.

"Jangan merasa sudah sembuh, terus (sapi) dibiarkan. Perawatannya harus hati-hati, bisa-bisa nanti penyakitnya lebih parah," ujarnya.

Sejak wabah PMK merebak di wilayah Lembang, hasil perahan susu sapi milik Ayi merosot hingga 50%.

"Biasanya hasil perahan pagi 55 liter dan sore 35 liter tapi sekarang turun menjadi 39 liter dan 14 liter. Ini masih mendingan, kalau enggak segera diobati bisa semakin turun produksi susunya," tuturnya.

Sementara itu, sejak tersiar kabar jika campuran madu berkhasiat mengobati hewan ternak yang terserang PMK, cairan yang dihasilkan oleh lebah itu mengalami kenaikan penjualan.

Koswara, peternak lebah madu di Maribaya Desa Langensari, Kecamatan Lembang, mengatakan, hampir setiap hari ada peternak memesan madu untuk mengobati hewannya yang terserang PMK.

"Alhamdulillah, omzet lumayan meningkat. Mudah-mudahan dengan solusi sederhana mengonsumsi madu dan bisa menyembuhkan PKM, penularannya bisa ditekan," kata Koswara.

Sejauh ini, konsumen yang membeli madu untuk pengobatan ternaknya masih berasal dari sekitar wilayah Bandung Barat.

"Dari sekitar Lembang, Parongpong, Cisarua. Daerah-daerah itu kan peternak sapi sangat banyak," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT