23 June 2022, 14:12 WIB

Kasus Covid-19 di Bandung Naik Hampir 100 Persen


Naviandri |

SEJAK dua pekan terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat kasus aktif covid-19 harian naik drastis hampir 100%. Status PPKM Level 1 ternyata turut menyumbang kenaikan kasus covid-19. Sebab, dengan adanya pelonggaran, masyarakat kini mulai abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) pada kesehariannya.

"Tren kenaikan kasus itu dilaporkan sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Dua minggu yang lalu kasus aktif covid-19 69 orang, sekarang itu per 19 Juni kasus aktifnya 131. Jadi kenaikannya hampir sampai 100%," kata Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara di Bandung, Kamis (23/6).

Menurut Ahyani, ada relaksasi aktivitas yang luar biasa jadi aktivitas perjalanan laut, udara, darat itu sudah lebih bebas, sementara mobilitas lebih banyak. Aktivitasnya jadi lebih banyak. Di sisi lain prokes bisa dilihat agak lalai, lengah karena orang pikir sudah Level 1.

Meskipun kasus aktif ini lebih ringan dan bahkan tanpa gejala, namun warga diimbau untuk terus waspada terutama lansia dan pemilik komorbid.

"Harus saling menjaga terutama kepada keluarga, lingkungan kerja, sama orang terdekat. Apalagi masyarakat yang rentan kena sama anak di bawah usia 6 tahun yang memang belum vaksinasi," ucapnya.

Di sisi lain, Ahyani mengungkap minat vaksinasi masyarakat kini mulai menurun. Ia pun menduga hal itu dipengaruhi oleh pelonggaran aturan PPKM Level 1.

"Minat vaksinasi berkurang, kemungkinannya masyarakat merasa sudah tidak lagi jadi sebuah syarat. Kemarin kan pas mau mudik syaratnya harus vaksin, itu langsung ramai sekarang hilang lagi," imbuhnya.

Baca juga: Bandung Barat PPKM Level 1

Ahyani pun merinci, vaksinasi untuk dosis ketiga atau booster saat ini baru mencapai 681.076 dosis. Sementara, Dinkes menargetkan 1.952.358 dosis bisa diterima oleh masyarakat, booster baru 34% dan ini masih kurang cepat vaksinasinya. Memang pelaksanaan vaksinasi ini ada hambatannya seperti jadwalnya tiba namun yang bersangkutan positif covid-19, sehingga harus ada jeda terlebih dahulu usai dinyatakan negatif.

Ahyani menegaskan selain prokes, vaksinasi menjadi hal penting untuk menghindari covid-19. Apalagi, angka kasus covid-19 di Kota Bandung saat ini terus meningkat dengan adanya subvarian BA.4 dan BA.5.

"Kita jangan sampai ada lonjakan. Sebenarnya saya sangat mengimbau (vaksinasi), karena puskesmas buka terus untuk dosis 1, dosis 2 dan booster, jadi silakan di instagram Dinkes bisa dilihat dan datangi puskesmas untuk divaksin booster," tukasnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menuturkan peningkatan kasus covid-19 diprediksi terjadi hanya sampai Juli 2022. Setelah itu, menurut kajian para epidemiolog, kurva pandemi diprediksi melandai.

"Prediksi puncaknya di bulan Juli menurut hitungan ilmu, setelah Juli nanti turun lagi, peningkatan kasus baru terjadi di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat. Virus ini tak akan hilang sebagaimana strain utamanya sudah ada sejak ratusan tahun, varian baru akan datang dan pergi dengan pola serupa," ucap pria yang kerap disapa Kang Emil.

Saat ini, kasus covid-19 khususnya di Pulau Jawa meningkat seiring kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 Di Jabar per 21 Juni 2022 total kasus aktif Covid-19 mencapai 1.820 orang atau meningkat 199 orang. Di Jabar, penyebaran kasus masih didominasi di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Kota Bandung yakni sebanyak 88 persen dari total seluruh wilayah.(OL-5)

BERITA TERKAIT