22 June 2022, 23:15 WIB

Gubernur Jambi Pastikan Dampak PMK Bisa Dikendalikan


Solmi |

KENDATI wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) terdeteksi menyerang ternak sapi di beberapa kabupaten dan kota, Gubernur Jambi H Al Haris menyatakan tidak begitu berdampak buruk terhadap kebutuhan daging dan sapi kurban menjelang Idul Adha 1443 H Tahun 2022.

"Insya Allah bisa dikendalikan, dan tidak terlalu berdampak terhadap kesehatan ternak secara umum di Jambi. Termasuk juga terhadap kebutuhan daging konsumsi dan kebutuhan ternak untuk sembelihan kurban Idul Adha tahun ini. Dipastikan hewan kurban di Jambi sehat," kata Haris, Rabu (22/6).

Berkat kerja dari tim khusus penanganan PMK yang dibentuk sebelumnya, sebagian besar yang terdeteksi sakit sudah sembuh. Pemprov juga sudah mulai melaksanakan vaksinasi untuk mencegah penularan PMK di Jambi.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternak (TPHP) Jambi Achmad Maushul, menegaskan, PMK yang sempat menyerang ternak sapi warga tidak menular ke manusia.

Dia melaporkan, kasus PMK yang menginfeksi ternak sapi warga, terdeteksi di tujuh daerah kabupaten/kota dari 11 kabupaten dan kota di Jambi. Yakni Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Batang Hari, Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Dari 146 ekor sapi yang dilaporkan sakit, dari pemeriksaan Balai Veteriner Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 28 ekor di antaranya terkonfirmasi positif terjangkit PMK. (OL-13)

Baca Juga: Dinpertan Purbalingga Perketat Lalu Lintas Perdagangan Ternak

 

BERITA TERKAIT