22 June 2022, 22:54 WIB

Jelang Idul Adha, Sumut Waspadai Lonjakan Harga Tiga Komoditas


Yoseph Pencawan |

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memfokuskan perhatiannya terhadap sejumlah komoditas yang dinilai rentan mengalami lonjakan harga menjelang Idul Adha 1443 Hijriah. Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Afifi Lubis mengatakan Gubernur telah meminta semua pihak mengantisipasi laju inflasi menjelang Idul Adha.

"Komoditas yang diperkirakan menjadi penyebab inflasi, yakni minyak goreng, telur ayam dan cabai merah. Harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya seusai membuka Rapat Evaluasi Pertumbuhan Ekonomi Sumut, di Medan, Rabu (22/6).

Dia menegaskan, antisipasi harus dilakukan dengan memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi ketiga komoditas tersebut. Instansi terkait memastikan ketiga komoditas itu tidak mengalami masalah. "Sehingga tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga di pasar," imbuhnya.

Menurut Afifi, angka inflasi Sumut hingga Mei 2022 mengalami kenaikan 0,74%, dan tingkat inflasi berdasarkan tahun ke tahun sebesar 4,18%. Kondisi ini membutuhkan kesiapan dan upaya instansi-instansi terkait untuk meredam san kemudian mampu menjaga stabilitas inflasi.

Selain ketiga komoditas tersebut, lanjut dia, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak juga perlu disikapi dan ditangani secara bersama. Hewan ternak berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, saat ini sekitar 7.000 ekor hewan ternak di Sumut terjangkit PMK dan penularannya mengakibatkan penurunan harga jual sapi hingga 30%. Afidi menyebutkan kondisi ini sudah meresahkan peternak.

Untuk itu, Pemprov Sumut telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, diantaranya mewajibkan hewan kurban harus memiliki surat keterangan sehat. Ini merupakan salah satu upaya agar penyakit PMK tidak semakin meluas. (OL-15)

BERITA TERKAIT