22 June 2022, 14:05 WIB

Keluarga Diajak Ikut Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal dan Intoleransi


Mediaindonesia.com |

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa penyebaran paham radikal belakangan terjadi sangat cepat. Untuk itu ia mengajak semau pihak untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran faham tersebut.

"Penyebarluasan paham ideologi intoleransi radikalisme yang mengarah kepada terorisme seperti menyebar luasnya virus covid-19 yang begitu cepat," kata Boy saat konfrensi pers di Jakarta, Senin (20/6).

Atas dasar itu, Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) mengajak semua komponen masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme dan intoleransi yang semakin cepat terutama peran keluarga harus dioptimalkan.

"Maka dari itu, kami mengajak segenap masyarakat untuk mewaspadai dan membentengi keluarga dari paham radikalisme dan intoleransi," ujar Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi kepada media, Selasa, (21/6).

Ia menilai strategi mereka yang dulu bergerak senyap sekarang justru memanfaatkan kemajuan teknologi untuk secara gamblang melakukan propaganda nilai atau ideologi, perekrutan, hingga penggalangan dana. "Media sosial bak belantara hutan rimba. Nah, mereka mengoptimalkan media sosial guna merekrut jamaahnya. Jelas ini sebuah wake up call bagi bangsa kita."

JAMMI pun mengajak para santri atau pelajar untuk memanfaatkan pesan damai lewat media sosial. Pesan untuk mengeratkan persatuan, toleransi dan menerima Pancasila sebagai dasar bernegara yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. "Konsep khilafah itu udah usang dimakan zaman. Pancasila adalah penanda negara modern yang mengakomodasi setiap elemen anak bangsa termasuk kalangan Islam," terangnya.

"Tugas anak muda seperti kita yang harus merebut arena media sosial. Penuhi arena media sosial dengan penuhi pesan damai, pesan islam rahmatan lil'alamin."  

“Kami juga mendukung upaya upaya BNPT merangkul kelompok milenial dan Z untuk menangkal konten konten radikal di dunia maya seperti pembentukan Duta Damai se-Indonesia dan baru baru ini melatih para santri dari puluhan Ponpes se-Jawa Timur untuk melakukan kontra narasi radikal di dunia maya. Langkah BNPT  ini kongkret dan tepat sasaran karena kalangan milenial dan gen Z ini yang paling rentan dipengaruhi," kata Irfaan. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT