22 June 2022, 20:25 WIB

Menteri Pertanian Panen Raya IP 400 di Sukoharjo, Raih Rekor MURI


Widjajadi |


MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya lahan pertanaman padi Indeks Pertanaman (IP) 400 di Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (22/6).

Panen dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Hari Krida Pertanian ke-50 pada 2022. Kegiatan itu juga sebagai momentum membangun komitmen dan sekaligus konsolidasi emosional untuk meraih pertanian pangan nasional yang lebih baik, mandiri dan modern.

"Terutama memperkuat penyediaan pangan pokok khususnya beras menghadapi ancaman krisis pangan global. Juga menjadi momentum tiga tahun pertanian padi Indonesia tanpa importasi, dan bahkan melaju sebagai negara pengekspor beras," kata Menteri.

Syahrul yang didampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani menaiki mesin panen, menandai dimulainya panen raya padi IP 400 musim tanam II seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 124 desa pada 12 kecamatan se-Sukoharjo.

Hasil panen IP400 musim tanam II ini, menurut Etik Suryani, mencapai 7,06 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Sementara pada MT I mampu menghasilkan 7,3 ton.

"Penurunan terjadi karena serangan wereng batang coklat, yang muncul akibat iklim tidak menentu belakangan ini," tambahnya.


Program IP 400 dimulai di Tegalsari pada 2021 seluas 2.088 hektare. Program itu mendapat respon petani di Sukoharjo, karena program IP 400 mampu 4 kali panen dalam setahun.

Mentan Syahrul memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Sukoharjo mendorong petani menerapkan IP 400 dengan benih Super Genjah di lahan seluas 10 ribu hektare. "Dalam waktu 100 hari Bupati Sukoharjo mampu memberdayakan petani di wilayahnya dengan hasil Rp300 miliar. Sungguh luar biasa," tegas Syahrul.


Rekor MURI


Di sisi lain, keberhasilan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memasyarakatkan program IP 400 mendapat respon positif dari Founder Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana. Jaya pun memberikan penghargaan berupa rekor MURI.

Sementara Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi meraih MURI karena kemampuannya menyosialisasikan IP 400 lewat 400 episode webinar, dengan mengeluar 825.438 sertifikat.

Sementara itu perwakilan FAO, Rajendra Arya  memuji terobosan Menteri Pertanian yang mampu mengelola tanaman pangan secara baik, selama dunia dilanda pandemi covid-19.

"Keberhasilan mengelola pangan, ketika dunia dilanda pandemi covid, sungguh luar biasa. Keberhasilan sektor pertanian mampu mengalahkan sektor lain," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT