22 June 2022, 20:11 WIB

Penyebaran PMK Di Sumsel Meluas


Dwi Apriani |

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat penyebaran penyakit mulut dan Kuku (PMK) pada sapi semakin meluas. Jika per 19 Juni lalu baru ada di enam daerah, yakni Lahat, Mura, Palembang, OKI, Lubuk Linggau dan Pali, kini bertambah dua daerah lagi yakni Muara Enim dan Banyuasin.

Total, ada delapan daerah di Sumsel yang terpapar kasus PMK. Penambahan itu sesuai dengan laporan yang masuk di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel dan data di Kementerian Pertanian. "Sekarang kasusnya ada di delapan daerah yang terkonfirmasi, penambahan di Banyuasin dan Muara Enim," ujar Ruzuan Effendi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel.

Di muara Enim, jumlah kasusnya ada 103 sapi yang sakit. Dari jumlah itu, 20 sampel dikirimkan ke Laboratorium Balai Veteriner Lampung dengan hasil 12 ekor sapi positif PMK.

Sementara di Banyuasin, dari jumlah 15 sapi yang sakit, dinyatakan tujuh sapi positif PMK. Data dari Kabupaten Banyuasin belum seluruhnya masuk ke DKPP Sumsel dan Kementerian Pertanian, karena data dinas daerah menyebutkan jumlah yang sakit sebanyak 39 sapi. "Untuk data kita, sisa kasus sapi yang masih sakit sebanyak 220 ekor," ungkapnya.

Sementara untuk jumlah sapi yang sakit, terbanyak ada di Mura dengan 131 ekor. Rinciannya, sembuh 27 ekor, potong bersyarat 7 ekor, mati nol dan sisa kasus 97 ekor. Kemudian di Muara Enim 103 sakit, belum ada yang sembuh, potong bersyarat dan mati sehingga sisa kasus masih 103 ekor.

Di Lahat, jumlah yang sakit sebanyak 69 ekor, 57 ekor sembuh, 4 ekor potong bersyarat, 3 ekor mati, sisa kasus 5 ekor. Di Banyuasin ada 15 ekor yang sakit, belum ada yang sembuh, potong bersyarat dan mati sehingga sisa kasus 15 ekor. Lubuk Linggau ada 14 kasus, 2 ekor sembuh, 8 potong bersyarat, 4 ekor mati, sisa kasus nol.

Di Pali ada 12 yang sakit dan sembuh semua. Palembang 3 ekor sakit, yang semuanya dipotong bersyarat. Terakhir di OKI 1 ekor sakit dan sudah sembuh.

Dari angka-angka itu, jumlah sapi yang sakit sebanyak 348 ekor, sembuh 99 ekor, potong bersyarat 22 ekor, mati 7 ekor dan sisa kasus 220 ekor. "Jika melihat data yang ada, 220 ekor yang sakit, baru 0,03 persen dari jumlah populasi sapi di Sumsel yang kisarannya mencapai 305 ribu ekor. Kita berharap PMK ini tak berpengaruh terhadap hewan kurban dan yang dijual di pasaran," jelasnya. (OL-15)

 

 

BERITA TERKAIT