22 June 2022, 13:57 WIB

PMK di Jatim Tercatat 87.865 Kasus


Faishol Taselan |

WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur terus bertambah. Dinas Peternakan Provinsi Jatim mencatat sebanyak 87.865 kasus PMK tersebar di sejumlah daerah di Jatim. Meskipun begitu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan stok sapi di Jatim untuk Idul Adha cukup, kondisi ternak pun sehat.

Dari data yang ada, sebanyak 87.865 hewan ternak di Jatim terpapar PMK. Sejumlah 487 ekor hewan ternak dinyatakan mati. Kemudian, 712 ekor hewan ternak dilakukan potong paksa. Lalu, 13.766 hewan ternak dinyatakan sembuh dari PMK. Sisanya sebanyak 72.900 ekor dinyatakan masih sakit atau menjalani penyembuhan.

"Tim Disnak terus memantau setiap perkembangan di seluruh daerah, termasuk menentukan langkah-langkah antisipasi agar tidak menyebar ke daerah lain," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Indiyah Ariyani di Surabaya.

Baca juga: Ketersediaan Vaksin PMK di Jateng Cuma 1.500 dosis, Peternak Ketar Ketir

Hampir semua kabupaten/kota dinyatakan memiliki kasus PMK. Namun, jumlahnya bervariasi. Kasus PMK paling sedikit ada di Kota Mojokerto yakni 2 kasus, Kabupaten Madiun 8 kasus, Kota Madiun 15 kasus dan Kota Surabaya 34 kasus.

Kemudian lima daerah dengan PMK terbanyak ada di Kabupaten Probolinggo yakni 9.028 kasus. Lalu di Kabupaten Malang sebanyak 7.775 kasus, Lumajang 6.914 kasus, Ponorogo 5.544 kasus, Jombang 5.197 kasus.

"SOP bagaimana nanti lalu lintas sapi sudah dibuat, sehingga bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi mereka yang akan melakukan kurban nanti. Yang pasti jumlah sapi cukup dan sehat," ucap Indiyah.(OL-5)

BERITA TERKAIT