21 June 2022, 15:55 WIB

Peneliti Unair Sebut Kombinasi Capres Militer-Sipil Jadi Pilihan Masyarakat


Mediaindonesia.com |

PENELITI Universitas Airlangga (Unair), Dimas Agung Tristanto menemukan indikator minat masyarakat yang dinamis. Temuan itu berdasarkan Google Trends 2022. Salah satunya adalah nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang menjadi tokoh paling diminati masyarakat sebagai capres, dibandingkan sejumlah capres dari militer lainnya seperti Andika Perkasa, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Prabowo Subianto.

“Seiring dengan waktu, terjadi indikator minat masyarakat yang dinamis.  Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nama Moeldoko tengah diminati saat ini. Berbeda dengan para pesaing lainnya dari kalangan militer,” katanya.

Di sisi lain dalam analisis perbandingan sesama militer, Dimas melanjutkan, bahwa di antara Moeldoko dengan Andika Perkasa mengalami persaingan ketat, sehingga pernah terjadi kesamaan taraf minat dalam kurun waktu tertentu.

“Secara pemetaan wilayah, dalam persaingan capres sesama militer ternyata nama Moeldoko sangat diminati oleh masyarakat di beberapa Provinsi seperti Sulawesi Utara, Bali, Banten, Jawa Timur, dan Aceh sehingga besar kemungkinan masyarakat di wilayah tersebut menginginkan dan mendukung nama Moeldoko di Pilpres 2024,” paparnya.

Dalam pandangannnya, pengalaman kepemimpinan sipil dua periode  terbukti menimbulkan politik bangsa Indonesja menjadi sangat gaduh. Seolah semua orang boleh bicara apa saja, sangat egaliter, yang berakibat polarisasi masyarakat semakin menganga.

“Padahal para elite kubu yang bersaing sudah saling berangkulan, tetapi di akar rumput masih saling caci. Mengapa tidak sesama militer? Karena masyarakat kita sudah berada pada tingkat yang tidak mudah didikte. Sesama militer dikhawatirkan akan menciptakan ketaatan dan ketertiban semu yang totaliter doktriner,” ungkapnya.

Menurut Dimas, berdasarkan hasil Google Trends 2022 mengenai kandidat militer yang berpeluang maju dalam Capres 2024, ditemukan bahwa, tren perkembangan berita selama kurun waktu 1 tahun. Dapat disimpulkan bahwa militer-sipil merupakan pilihan paling rasional dalam logika sparing partner pasangan bakal capres.

“Maka tinggal menyimak dari sekarang tokoh militer yang paling layak untuk disandingkan dengan tokoh sipil yang sudah mulai muncul (dimunculkan),” pungkasnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT