21 June 2022, 19:49 WIB

Wabah PMK Meningkat, Pemkab Lamongan Perpanjang Penutupan Pasar Hewan


M Yakub |

PEMKAB Lamongan, Jawa Timur masih menutup operasional dua pasar hewan setempat menyusul masih merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kini menyerar hingga di 19 kecamatan. Pemkab juga melarang peternak menjual hewan ternaknya ke luar daerah.

"Penutupan pasar hewan kita lalukan sampai wabah PMK di Lamongan terkendali," ungkap Kabag Protokoler dan Komunikasi Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar, Selasa (21/6).

Menurut dia, Pemkab Lamongan juga telah melarang peternak mengirimkan dan menjual hewan ternaknya ke luar daerah. Konsumen dan warga yang ingin membeli hewan ternak untuk keperluan qurban pada Hari Raya Idul Adha, lanjut dia, disarankan langsung pada peternak.

Pemkab bersama Polres Lamongan juga telah membentuk satuan tugas untuk mengawasi peredaran dan distribusi hewan ternak. Termasuk melakukan pemantaun dan penyekatan pada titik pintu masuk wilayah Kabupaten Lamongan. Hal ini untuk memastikan sekaligus mengontrol keluar masuknya hewan ternak di Lamongan.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Keswan Lamongan menyebutkan wabah PMK terus meningkat hingga menyebar di 19 kecamatan di Lamongan. PMK telah menjangkiti 803 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, 574 ekor atau 71 persen masih sakit, 10 ekor mati, serta 162 ekor atau 21 persen telah sembuh. (OL-15)

BERITA TERKAIT