21 June 2022, 14:09 WIB

Polisi Tetapkan 2 Pimpinan Ponpes Khilafatul Muslimin Sebagai Tersangka


Lina Herlina |

KEPALA Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jendral Nana Sudjana menyebutkan, penyidik Polda Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka dari organisasi Khilafatul Muslimin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Khilafatul Muslimin merupakan salah satu organisasi keagamaan yang ada di Indonesia, tapi tidak terdaftar secara resmi di Kementerian Agama, baik sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial keagamaan lainnya.

Khilafatul Muslimin disebut sebagai gerakan keagamaan yang gigih mempropagandakan dan mengampanyekan sistem khilafah di NKRI dan ingin mengganti konsep negara Pancasila dan NKRI yang sudah menjadi kesepakatan bangsa. Sehingga gerakan itu mengancam keselamatan negara.

Dan beberapa daerah di Indonesia, mengikut bahkan kegiatan yang dilakukan Khilafatul Muslimin tidak diperbolehkan bahkan ada yang diamankan kepolisian.

Baca juga: Kemendagri Minta Daerah Alokasikan Anggaran untuk Penanganan Wabah PMK

"Khusus Sulsel, baru dua orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, yaitu berinisial HM dan MI. Keduanya adalah ketua dan sekretaris Khilafatul Muslimin di Kabupaten Maros," sebut Nana.

Selain itu, kedua juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Khilafatul Muslimin di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.

"Setelah ketua dan sekertaris Khilafatul Muslimin Maros ditetapkan tersangka, tim penyidik Polda Sulsel juga telah menahan kedua tersangka untuk penyidikan lanjutan. Kami juga sudah amankan dua tersangka ini dan sudah kita tingkatkan ke penyidikan dan sedang kami kembangkan," urai Nana.

Bersama tersangka, ikut diamankan barang bukti berupa buku panduan, bendera dan ada istilah yang mengarah pada ajaran untuk ajaran jihad.

Tim penyidik Polda Sulsel juga telah memeriksa 17 orang sebagai saksi, terkait aktivitas dan keberadaan Pondok Pesantren Khilafatul Muslimin di Kabupaten Maros. (OL-4)

BERITA TERKAIT