21 June 2022, 12:55 WIB

Banjir Rob kembali Rendam Daerah Pesisir Pantura Jateng


Akhmad Safuan |

BANJIR air laut pasang (rob) kembali merendam kawasan pantura Jawa Tengah dengan ketinggian air 20-80 sentimeter. Warga sepsnjsng pesisir Brebes-Rembang diminta untuk kembali waspada dan siaga.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (21/6), pengaruh supermoon menjadi air laut di utara Jawa pasang. Meskipun tidak setinggi pada akhir Mei lalu, banjir rob kembali merendam berbagai kawasan di sepanjang pantura Jawa Tengah termasuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Di Kota Semarang, banjir sejak petang merendam Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga sampai terminal peti kemas dengan ketinggian air 40-80 sentimeter. Akibatnya aktivitas terganggu terutama kendaraan yang keluar masuk harus melintasi jalan yang tertutup banjir.

Puluhan petugas dari Tim SAR Direktorat Polairud Polda Jateng terlihat bersiaga mengevakuasi warga jika kondisi semakin membahayakan keselamatan. Sejumlah petugas lain terus melakukan penyedotan air menggunakan beberapa pompa yang tersedia. "Kami siagakan petugas dan melakukan pengecekan seluruh tanggul," kata Direktur Polairud Polda Jateng Kombes Haryadi.

Banjir rob juga kembali merendam beberapa wilayah di Kabupaten Demak seperti Sayung, Wedung, dan Bonang dengan ketinggian air 20-50 sentimeter. Demikian juga Kabupaten Kendal di Kaliwungu, Kendal Kota, dan Patebon dengsn
ketinggian air 10-30 sentimeter. "Rob juga merendam daerah lain dari mulai Brebes-Rembang dengan ketinggian bervariasi, tetapi sejauh ini masih belum menimbulkan arus pengungsi," kata Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengingatkan warga untuk tetap waspada terutama yang berada di pesisir pantura, karena banjir rob diperkirakan masih akan berlangsung pada Juni dan Juli mendatang. "Tetap waspada dan
siaga karena gelombang tinggi dan laut pasang masih terjadi," imbuhnya.

Baca juga: PMK Merebak di Ngawi, Peternakan Diminta tidak Panik

Selain itu untuk mengantisipasi bencana rob besar seperti Mei lalu, ujar Ganjar, diminta seluruh warga dan aparat hingga tingkat desa berada di wilayah pesisir melakukan patroli untuk mengecek tanggul. Jika ditemukan ada permasalahan seperti retak atau bocor segera laporkan dan akan diperbaiki.

Tidak hanya warga di daerah pesisir, lanjut Ganjar, kesiagaan bencana juga diminta kepada warganya di daerah perbukitan, karena intensitas hujan tinggi dan angin ribut juga menjadi ancaman serius terjadi bencana longsor dan angin puting beliung. "Gunakan ilmu titen untuk mengantisipasi korban jiwa," tambahnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT