20 June 2022, 17:37 WIB

Harga Cabe Rawit di Labuan Bajo Melejit Tembus Rp150 ribu/kg


John Lewar |

KEKOSONGAN pasokan cabai berbagai jenis di sejumlah pasar tradisional Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT membuat harga komoditas tersebut melejit mencapai Rp150 ribu/kg. Harganya mengalahi harga daging sapi mencapai Rp150.000 per kg

"Harga cabe rawit melesat tinggi mencapai Rp150.000/kg. Katanya disebabkan kondisi cuaca, selain ketiadaan pupuk, hama putih menyerang tanaman lombok milik petani,"ucap Armasin Yusuf petani cabai, di Desa Boleng Darat, Manggarai, Senin (20/6.)

Para pedagang pasar, jelas Armasin, mengambil dari para petani langsung karena keterbatasan kondisi pasokan. Kemudian pedagang menaikkan harga cabe rawit dengan perhitungan mereka sendiri.

Untuk lombok keriting atau hijau sejenisnya juga mengalami hal yang sama berkisar pada Rp.112.000/kg

Kondisi ini disebabkan para petani sayur-mayur termasuk cabai pada musim tanam mengalami kekosongan stok pupuk selain itu, tanaman mereka kerap dilanda hama kutu putih hingga menyebabkan buah pada lombok mati layu.

"Kesulitan itu yang dialami petani. lombok hijau dan Lombok keriting harga dijual di pasar tradisional telah mencapai Rp112.000 per kg tetapi untuk cabe rawit mencapai Rp150.000 per kg," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Kabupaten Manggarai Barat Gaye Tanus, di hubungi mengatakan kondisi ini terjadi akibat minimnya ketersediaan pasokan sehingga terjadinya hukum pasar berlaku di sana.

"Sedikit yang pasokan cabe atau Lombok sehingg memicu harga di pasaran semakin naik karena disesuaikan dengan permintaan konsumen," tutur Gaye Tanus.

Gaye Tanus mengakui belakangan ini harga cabe berbagai jenis mengalami kenaikan yang luar biasa, terlebig cabe rawit. Di sejumlah pasar tembus mencapai Rp150.000 per kg.

Hal ini kata Gaye Tanus, selain diserang hama kutu putih juga terjadi akibat dampak dari cuaca buruk termasuk kelangkaan pupuk bagi para petani. Kenaikan ini bukan karena monopoli pedagang pasar tetapi karena semata-mata terjadi kelangkaan dari produsen hingga ke tangan para pedagang pasar.

Aini Fatimati penjual sayur mayur di di Pasar Desa Batu Cermin, Labuan Bajo menyebutkan, kenaikan ini bukan disengaja namun berdasarkan hukum permintaan pasar.

"Kami kesulitan memesan untuk mendapatkan cabe berbagai jenis dalam jumlah banyak. Memang tidak ada stok di petani, jadi harganya menjulang," dalih Aini. (OL-13)

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah di Kota Bekasi Tembus Rp120 Ribu/Kg

BERITA TERKAIT