18 June 2022, 14:45 WIB

Masih Bebas PMK, Sapi Bali Dikirim Perdana ke Kalimantan


Arnoldus Dhae |

HINGGA saat ini Bali masih steril atau belum terdeteksi dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Kondisi ini menguntungkan Bali karena permintaan dari luar daerah terus mengalir. 

Kepala Balai Karantina Denpasar, Terunanegara, menjelaskan Bali belum terdeteksi PMK bukan berarti terus lengah. Kerja sama lintas sektoral untuk mengantisipasi penyebaran PMK terus dilakukan.

"Hingga saat ini kami belum menemukan atau menerima laporan jika Bali sudah tertular PMK. Hasil pantauan lalu lintas ternak di Bali juga masih aman. Namun seluruh stakeholders terkait terus bergerak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing untuk mengantisipasi dampak PMK. Kami berharap jangan sampai Bali tertular," ujarnya.

Kebijakan terkait dengan aturan lalu lintas ternak menempatkan Bali menjadi daerah pengirim sapi untuk pertama kali ke wilayah Kalimantan. Menurut Terunanegara, lalu lintas ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, dan sejenisnya saat ini hanya boleh dilakukan dari daerah bebas PMK.

Karena itu, Bali untuk pertama kali mengirim sapi ke Kalimantan sekitar 230 ekor. "Mengapa Kalimantan mengambil sapi dari Bali? Hal ini karena Kalimantan tidak mungkin mengambil sapi dari Jawa ataupun Lombok. Peluang inilah yang saat ini disebutnya digarap para pengusaha ternak di Bali. Kalau Bali kena PMK, yang rugi kita semua. Ternak kita tidak boleh keluar karena dianggap daerah tertular. Di sisi lain karena Bali masih bebas PMK, ini dijadikan peluang oleh peternak kita," jelasnya.

Baca juga: Edarkan Narkoba, Pelajar SMP di Pekalongan Ditangkap Polisi

Bali sudah dua kali mengirimkan sapi potong ke Kalimantan dengan perkiraan jumlah 500 ekor hanya untuk memenuhi permintaan menjelang perayaan Iduladha tahun ini. Sapi potong ini dikirim menggunakan kapal. Wilayah lain yang juga menjadi pemasok sapi potong ke Kalimantan di antaranya NTT dan Sumbawa. Kedua wilayah ini juga dilaporkan masih belum ada penyakit PMK. 

"Selain Kalimantan, daerah yang menjadi permintaan sapi Bali ialah DKI Jakarta. Jumlahnya juga hampir sama, di atas 500 ekor. Syarat dan ketentuan juga diberlakukan secara sama," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT