17 June 2022, 19:39 WIB

Puluhan Ribu Anak Di Kabupaten Garut Alami Stunting


Adi Kristradi |

24.934 anak usia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami stunting. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah karena petugas masih melakukan pendataan berbasis aplikasi yang disiapkan Kementerian Kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan berdasarkan data sementara jumlah anak yang mengalami stunting mencapai 24.934 orang dari total sasaran mencapai 215.615 orang. Namun, yang sudah melakukan pendataan penimbangan dan lainnya berjumlah 143.773 atau sekitar 66,7 persen dari total sasaran.

"Puluhan ribu anak yang mengalami stunting tersebar di 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Secara persentase, paling tinggi di Kecamatan Sukaresmi dan secara jumlah terbanyak di Kecamatan Limbangan. Di Sukaresmi, anak yang mengalami stunting mencapai 301 orang atau 34,6 persen sedangkan di Limbangan, berjumlah 928 atau 30,1 persen," katanya, Jumat (17/6).

Ia mengatakan, tingginya angka stunting yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut berdasarkan dugaan awal kemungkinan karena pola asuh anak dari para orang tuanya ditambah dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena, balita stunting usia 0-23 bulan berjumlah 6.885 anak, usia 24 bulan-59 bulan berjumlah 18.049 anak dan total keseluruhan 24.934 anak yang masuk kategori stunting.

"Data stunting ini belum final karena petugas masih melakukan pendataan. Setelah selesai, kita akan melakukan analisa data hingga berupaya mengunjungi rumah mereka masing-masing. Karena, rumah yang dikunjunginya itu terkait dengan penyebabnya apakah pola asuh, sosial ekonomi atau dari mereka memiliki penyakit yang menyertai sehingga menyebabkan gagal tumbuh atau stunting," ujarnya.

Menurutnya, pendataan stunting yang selama ini dilakukannya belum seluruh balita diperiksa sehingga datanya belum final tetapi petugas sudah mulai melakukan gerakan penanganan stunting. Karena, pendataan dan pemeriksaan yang dilakukannya itu menyasar setiap rumah tersebar di 421 Desa dan 21 Kelurahan berada di 42 Kecamatan dengan target 215.615 orang anak.

"Kita sudah mulai melakukan upaya di desa dan memang Kepala Desa yang punya aware yang tinggi dan mereka juga sudah diketahui mulai adanya pemberian makanan tambahan. Namun, kami juga memberikan edukasi pada keluarganya karena memang seluruh data stunting ini by name by address," paparnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT