16 June 2022, 20:56 WIB

Sumut Sasar Remaja Putri Turunkan Angka Stunting


Yoseph Pencawan |

REMAJA putri menjadi salah satu fokus sasaran upaya penurunan angka stunting di Sumatera Utara dalam tiga tahun ke depan.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan, dirinya telah menginstruksikan semua unsur tim untuk segera melaksanakan aksi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting.

"Untuk penurunan angka stunting yang menjadi sasaran kegiatan adalah keluarga berisiko stunting yaitu anak remaja puteri atau calon pengantin," ungkapnya, Kamis (16/6).

Kelompok sasaran tersebut utamanya yang berasal dari keluarga miskin, pendidikan orangtua rendah, sanitasi lingkungan buruk dan air minum tidak layak. Selain remaja putri dan calon pengantin, TPPS Sumut juga akan menyasar ibu hamil, ibu pascapersalinan, anak usia 0 sampai 23 bulan serta anak usia 24 tahun sampai 59 tahun.

Ijeck yang juga Wakil Gubernur Sumut, memaparkan berbagai upaya akan dilakukan untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya provinsinya. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar bergerak bersama melaksanakan program-program intervensi spesifik dan sensitif terkait stunting.

Menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, semua pihak terkait dan masyarakat harus ikut berpartisipasi. Dengan kerja sama yang baik, dia optimistis angka stunting di provinsinya dapat mencapai 14% sesuai dengan target nasional pada 2024.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengungkapkan, pemprov menargetkan penurunan prevalensi stunting di daerahnya rata-rata sebesar 3,9% per tahun.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting menyebar di seluruh provinsi di Indonesia, yang mana hingga kini sebagian besar provinsi masih memiliki angka prevalensi yang tinggi, yakni 30% ke atas. Sampai 2021, prevalensi stunting di Sumut masih menyentuh angka 25,8% atau 11,8% lebih tinggi dari target nasional.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Muhammad Irzal memastikan pihaknya siap bermitra dengan pemda dan berbagai pihak terkait dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerjanya. Penurunan angka stunting di Sumut membutuhkan dorongan lebih kuat karena prevalensi provinsi ini masih berada di peringkat 17 dari 34 provinsi.

Terpisah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumut Nawal Lubis telah mengajak kader PKK untuk bergerak secara aktif menurunkan angka stunting. "Menanggulangi stunting memerlukan kontribusi semua pihak, termasuk PKK yang memiliki kekuatan besar hingga ke tingkat paling bawah," katanya.

Menurut Nawal, kader PKK dapat menjadi ujung tombak dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya dalam menurunkan angka stunting. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT