16 June 2022, 14:45 WIB

Banjir Rob Rendam 50 Rumah dan 280 Tambak di Bima


Ferdian Ananda Majni |

BANJIR rob merendam 50 rumah dan 280 petak tambak warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peristiwa ini terjadi dipicu gelombang pasang air laut sekitar pukul 16.00 Wita hingga menggenangi permukiman warga.

Berdasarkan laporan visual di lapangan, terlihat tambak ikan bandeng milik warga terendam hingga pembatas antartambak sudah rata dengan air. "Para warga melakukan peninggian batas tambak untuk membentuk kembali petak tambak yang sebelumnya terendam," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (16/6).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir itu melanda empat kecamatan yakni Palibelo, Woha, Bolo, dan Langgudu. "Dilaporkan juga tidak ada jiwa mengungsi akibat peristiwa tersebut," sebutnya.

Baca juga: Lagi, Dua Penerbangan Lombok-Bima Ditunda akibat Banjir Rob

Tim reaksi cepat dari BPBD setempat menyiapkan peralatan dan perlengkapan evakuasi tanggap darurat apabila diperlukan. BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir pantai selalu waspada dan siaga tentang potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir rob. Terlebih lagi ada pantauan BMKG dari data water level dan prediksi pasang surut bahwa banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di 20 wilayah pesisir di Indonesia mulai 11-23 Juni.

Bersamaan dengan itu, ada fenomena super full moon yaitu fase bulan purnama yang memengaruhi peningkatan ketinggian pasang air laut. Upaya-upaya darurat seperti peninggian dan penguatan tanggul tambak perlu dilaksanakan. "Upaya pengamanan komoditas budi daya di tambak seperti penambahan jaring yang diikat di sepanjang tanggul tambak dan upaya lain juga bisa dilakukan dengan berkoordinasi bersama dinas terkait setempat," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT