15 June 2022, 16:16 WIB

Petugas Gagalkan Penyelundupan Narkoba Ke LP Pemuda Madiun


Heri Susetyo |

JAJARAN Kanwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim) menggagalkan upaya pengiriman sepuluh paket narkotika berbagai jenis ke Lapas Pemuda IIA Madiun. "Salah satunya ada narkotika jenis sabu seberat 666,08 gram," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji, Rabu (15/6).

Selain sabu, barang bukti yang diamankan dari dua tersangka berupa ganja 60 gram, pil ekstasi 100 butir, dan pil double L 20 butir. Juga disita timbangan elektrik, plastik klip, lakban warna coklat dan gunting.

Zaeroji menjelaskan, upaya penyelundupan narkotika itu terjadi, Senin (13/6). Saat itu ada mobil Ertiga bernopol W 1897 AB masuk ke gerbang Lapas Pemuda Madiun sekitar pukul 13.05 WIB. "Mobil berhenti di pos pengawasan dan pemeriksaan lapas," terang Zaeroji.

Melihat gelagat yang mencurigakan, petugas jaga pos menanyakan keperluan dua orang yang berada di dalam mobil. Kedua orang berinisial MF dan AP tersebut menjawab dengan kebingungan.

Petugas langsung menghubungi Kepala Pengamanan Lapas Pemuda Madiun Sastra Irawan yang langsung datang ke TKP. Ketika ditanya, MF dan AP mengaku akan mengantar barang paketan. Tetapi tidak jelas akan ditujukan kepada siapa. "Keduanya membawa bungkusan yang mencurigakan yang berada di bawah kursi penumpang," kata Zaeroji.

Petugas lalu mengamankan kedua orang tersebut. Di saat bersamaan, petugas lapas berkoordinasi dengan Polres Madiun Kota.

Beberapa saat kemudian, Kasat Reskoba Polres Madiun Kota AKP Aris Harianto datang ke lapas dan bersama-sama memeriksa bungkusan mencurigakan tersebut. "Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan, dari bungkusan tersebut di dalamnya berisi barang yang diduga narkotika," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh fakta bahwa barang tersebut sedianya akan dikirimkan untuk salah seorang narapidana kasus narkotika berinisial G. Pihak lapas dan penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan kepada G.

Zaeroji menambahkan, pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala jenis penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Pihaknya siap bersinergi dengan TNI/ Polri untuk menciptakan satker jajaran yang bebas dari narkotika. (OL-15)

BERITA TERKAIT