15 June 2022, 09:30 WIB

Satu Korban Gigitan Anjing Rabies di Buleleng Meninggal


Arnoldus Dhae |

KASUS rabies kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini seorang warga Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Nyoman Puri (62) meninggal dunia pada hari Jumat (10/6) lalu di RSUD Buleleng setelah sempat dirawat selama satu hari. Korban meninggal dunia karena digigit anjing rabies walau sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Anak pertama korban Wayan Suwirna saat dikonfirmasi Rabu (15/6/2022) mengaku jika ibunya digigit anjing sekitar dua bulan lalu. Anjing yang menggigit tersebut merupakan anjing yang diliarkan oleh pemiliknya. Orang tuanya digigit pada bagian betis kanan.

"Anjing itu juga menggigit adik saya pada bagian tangan kanan di hari yang sama. Ibu dan adik sempat ke Rumah Sakit untuk mendapat VAR namun hanya dibersihkan saja lukanya. Pihak medis menyuruh mengobservasi anjing itu dua minggu setelah menggigit," ucapnya.

Suwirna menambahkan, jika anjing yang menggigit sudah dibunuh oleh orang lain yang juga tergigit, namun tidak diketahui jika anjing itu sudah mati.

Sebulan setelah digigit sempat mau suntik vaksin namun karena tidak adavgejala dan keberadaan anjing tidak diketahui, pihak medis pun tidak mevaksin orang tuanya. Setelah usai Hari Raya Galungan, tepatnya manis Galungan orangtuanya merasakan drop dan nyeri pada kakinya serta susah menelan.

"Kami berusaha menangani di rumah dengan memberi infus namun tidak ada hasil sehingga dibawa ke RSUD Buleleng. Sayangnya setelah sehari dirawat, ibu sudah tidak tertolong," imbuhnya.

Ia menyayangkan pihak medis tidak sejak awal memvaksin orangtuanya dengan VAR sehingga nyawa orang tuanya tidak terselamatkan. Suwirna berharap agar pihak terkait baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Peternakan agar proaktif dalam kasus rabies ini jangan sampai masyarakat terkorbankan lagi.

"Kami masyarakat awam, tidak tahu apa yang diperbuat dari rabies ini. Seharusnya pihak terkait intens sosialisasi ke masyarakat dengan maraknya kasus rabies," kata Suwirna.

Sementara itu Kepala Desa Sari Mekar, Ketut Reka Budiarta saat dikonfirmasi mengaku jika dalam beberapa hari terakhir ada tambahan tiga kasus gigitan di desanya. Ada sekitar 500-an populasi anjing di Desa Sari Mekar, dan yang tidak dilepasliarkan sudah divaksin.

"Yang anjing liar ini yang sulit untuk dipantau, karena itu kita rencananya akan membuat perarem dengan berkoordonasi pada pihak Desa Adat," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Enam Warga Buleleng Terluka Serius Diserang Anjing Gila

BERITA TERKAIT