13 June 2022, 16:44 WIB

Kasus PMK di Tasikmalaya masih Landa 15 Kecamatan


Kristiadi |

PENYEBARAN kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih terus mengalami peningkatan menjelang Iduladha. Peningkatan tersebut terjadi di 15 kecamatan, termasuk pasar hewan berlokasi di Kecamatan Manonjaya, masuk dalam zona merah.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Heri Kusdiana, mengatakan secara umum kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya sudah mulai membaik dibanding dengan awal wabah. Akan tetapi, sekarang jumlah kasus tetap ada tetapi tidak tinggi.

"Petugas masih menemukan hewan ternak bergejala, langsung ditangani agar bisa cepat sembuh. Namun, penambahan harian yang dilakukan oleh para petugas PMK tidak begitu banyak karena kondisi hewan ternak yang ada diperiksa hingga berangsur baik," katanya, Senin (13/6).

Ia mengatakan, penyebaran wabah PMK di wilayah Kabupaten Tasikmalaya tercatat 183 ekor, di antaranya sapi potong 129 kasus bergejala, 27 terindikasi positif, sapi perah 21 kasus bergejala, 2 kerbau bergejala, dan 4 terindikasi positif. Namun, untuk jumlah kasus 152 ekor bergejala dan 42 ekor positif PMK, petugas masih terus berupaya melakukan langkah agar penyebarannya bisa ditekan.

Baca juga: Dampak PMK, Penjualan Susu Perah Turun Drastis

"Penyebaran PMK tersebar di 15 kecamatan. Tiga kecamatan masuk zona merah yakni Pancatengah, Manonjaya, dan Singaparna tetapi sisanya dalam kondisi aman karena masih bergejala. Akan tetapi, pengawasan terhadap PMK tetap dilakukan melalui cek poin oleh Provinsi Jawa Barat di antara Kota Banjar dan Jawa tengah Losari Cirebon dan Garut," ujarnya.

Kepala UPTD Pasar Hewan Manonjaya Rukmana mengatakan, penyebaran PMK masih mengalami peningkatan dan kebutuhan hewan ternak menjadi pertimbangan hingga pasar hewan kembali dibuka agar pedagang di wilayah Tasikmalaya kembali berjualan. Akan tetapi, penjualan hewan beroperasi setiap Rabu meski masih belum menerima sapi dari luar Provinsi Jabar. Hewan yang masuk ke pasar Manonjaya berasal dari Tasikmalaya dan Ciamis. (OL-14)

BERITA TERKAIT