08 June 2022, 07:58 WIB

Hasil Merger 3 Perguruan Tinggi di Jateng, Umuka Resmi Berdiri


Widjajadi |

MANTAN Rektor UNS Prof Ravik Karsidi bersama 10 guru besar dan 17 doktor memperkuat keberadaan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka), sebagai universitas baru di Bumi Intan Pari, Karanganyar.

Pada Selasa (7/6), perguruan tinggi yang pendiriannya dibidani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar ini resmi berdiri, usai mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI).

Penyerahan SK untuk Umuka itu dilakukan Direktur Kelembagaan Ditjendiktiristek Lukman mewakili Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek di Kampus Umuka Jalan Raya Solo-Tawangmangu KM 12 Papahan Tasikmadu Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga: Universitas Semarang Berkolaborasi dengan PWI Jateng Gelar Malam Kebudayaan

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Kludzaifah Dimyati, menerima SK, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Badan Pembina Harian Umuka Prof Ravik.

Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais mengatakan peresmian Kampus Umuka sebagai hal luar biasa. 

"Kehadiran Umuka melalui spirit dan tekad luar biasa, di tengah kendala perizinan akibat kebijakan moratorium pendirian universitas baru," ungkap Dahlan Rais .

Menurut dia, keberadaan Umuka dengan 10 program studi (Prodi ) ini menggenapi 195 perguruan tinggi milik Muhammadiyah yang tersebar di seluruh tanah air. 

"Semoga cepat besar, maji dan berjaya dengan banyak keunggulan dan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat di Indonesia," imbuh dia.

Direktur Kelembagaan Ditjendiktirustek Lukman mengatakan pendirian Umuka disetujui Kemendikbudristek setelah PDM Karanganyar mengajukan syarat pendirian universitas baru dengan menggabungkan tiga perguruan tinggi di Jateng.

Ketiga perguruan tinggi bergabung atau melebur dalam Umuka adalah Akademi Peternakan Karanganyar, Akademi Sekretaris Santa Ana Boyolali, dan Akademi Pariwisata Widya Nusantara di Surakarta.

"Prosesnya panjang setelah ditolak saat mengajukan izin pertama tanpa penggabungan lalu setelah penggabungan tiga perguruan tinggi akhirnya permohonan dikabulkan," tukas Lukman.

Bupati Karanganyar Juliyatmono MM sangat optimistis kehadiran Umuka akan mengantarkan Bumi Intan Pari semakin maju dan dipenuhi sumber daya manusia unggul.

"Kehadiran Umuka ini merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia dan kualitas kehidupan melalui sektor pendidikan maka kami berharap Umuka besar maju dan menjadi universitas yang mendunia dari Karanganyar," sambut Juliyatmono dengan nada bangga.

Pemkab Karanganyar, lanjut dia, akan selalu memberikan suport keberadaan Umuka, seperti memunculkan kejutan menggratiskan 17 pendaftar pertama sebagai mahasiswa Umuka hingga lulus. (OL-1)

BERITA TERKAIT