06 June 2022, 20:13 WIB

Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan Bersih-bersih Pantai di Padang


Yose Hendra |

WAHANA Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar menggelar kegiatan bersih sampah di kawasan Pantai Padang atau sekitar tepi Pantai Puruih, Kota Padang, sebagai bagian memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environtment Day (WED). Tidak hanya Walhi, kegiatan aksi bersih pantai tersebut juga diikuti oleh Mahasiswa Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) serta beberapa masyarakat lainnya.

Manager Kampanye Kreatif dan Media Walhi Sumbar Suandi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kota Padang bebas dari sampah.

"Sebelumnya kita juga telah mengadakan aksi protes sampah mikroplastik di sungai Batang Arau beberapa hari yang lalu, dan tepat pada hari HLH Sedunia ini kita mengadakan kegiatan bersih sampah di Pantai Puruih," ungkapnya.

Ia mengatakan, memilih Pantai Puruih sebagai tempat aksi karena daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Kota Padang yang banyak dikunjungi wisatawan.

"Jadi kita berharap kegiatan memungut sampah ini ditiru oleh masyarakat lainnya," terangnya.

"Kegiatan yang kita lakukan ini bertujuan membebaskan Kota Padang dari sampah. Kemarin kita mengajak mahasiswa UNP, Unand namun yang bisa datang teman-teman UMSB saja," imbuhnya.

Baca juga: Indonesia Komitmen Bangun Lingkungan Hidup Berkelanjutan

Ia menilai, masyarakat di sekitar pantai belum teredukasi akan kebersihan sampah. Hal tersebut dilihat dari banyaknya sampah-sampah yang masih berserakan di tepi pantai itu.

"Kebanyakan sampah yang kita pungut ini berupa botol minuman plastik," ujarnya.

Kemudian ia berharap melalui momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia yang diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, Walhi Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Saatnya mulai dari berpikir kritis, bertindak ramah terhadap lingkungan serta bersama-sama mewujudkan keadilan ekologis dan memastikan pengakuan dan perlindungan wilayah kelola rakyat dari ancaman penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak berpihak pada lingkungan. Pada akhirnya menyengsarakan kita," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT