03 June 2022, 23:34 WIB

Lamongan Kendalikan Hama dengan Teknologi Drone


M Yakub |

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan melakukan gerakan pengendalian penyakit blas (Magnaporthe oryzae). Kegiatan pengendalian hama blas dengan gerdal (penyemprotan) menggunakan agensi hayati di lahan seluas 10 hektare di Desa Blawirejo, Kecamatan Kedungpring, Kamis (2/6).

Pembasmian hama penyakit pada tanaman dilakukan melalui udara dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (Drone). Selain gerakan pengendalian penyakit dengan agensi hayati juga dibantu dengan teknologi pertanian modern dan canggih. Sehingga terjadi efesiensi biaya maupun waktu.

"Saya harap ke depan modernisasi pertanian harus dibantu dengan peralatan modern dan canggih seperti yang kita lakukan sekarang. Ini adalah sebuah pengenalan kepada masyarakat mulai dari pengolahan sampai pascapanen, kita kenalkan teknologi pertanian," kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Jumat (3/6).

BAca juga: Lomba Video Agrowisata Promosikan Pertanian Potensial Membangun Ekonomi

Ia berharap, metode pemberantasan hama dan penyakit ini bisa dikembangkan ke seluruh wilayah Lamongan. Diharapkan juga produktivitas Lamongan sebagai penyumbang padi terbesar kelima di Indonesia dapat terus terjaga.

Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (KPP) Sukriyah menyampaikan selain efektif dalam penggunaan pupuk, dengan menggunakan drone juga dapat menghemat biaya. Karena dalam 1 hektare tanah hanya memerlukan waktu 10 menit.

"Dengan penyemprotan melalui drone ini akan semakin efektif dan efesien. Semoga teknologi modern ini semakin memudahkan petani," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT