02 June 2022, 06:50 WIB

Enam Warga Buleleng Terluka Serius Diserang Anjing Gila


Arnoldus Dhae |

KASUS gigitan anjing gila yang terjangkit rabies kembali meningkat di Kabupaten Buleleng, Bali Kali ini seekor anjing gila mengamuk di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Kamis (2/6/2022). Akibatnya enam warga menjadi korban gigitannya dan satu korban di antaranya mengalami luka serius.

Korban mengalami luka gigitan serius pada bagian wajah dan harus dirujuk ke RSUP Sanglah. Perawatan di RSUP Sanglah dilakukan karena luka yang dialami harus dilakukan operasi dan beberapa kali jahit.

Kepala Desa Busungbiu, Ketut Suartama mengatakan, lima korban rata-rata digigit pada bagian tangan dan kaki. Sementara satu  korban lainnya bernama Luh Merta digigit pada bagian mata dan telinga. "Luh Merta sempat dilarikan ke RSU Pratama Tangguwisia, namun akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah untuk penanganan medis yang lebih intensif," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis
pagi (2/6/2022).

Mengingat jumlah korban yang digigit cukup banyak, warga pun terpaksa membunuh anjing tersebut. Pihak Dinas Pertanian Buleleng, kata Suartama, telah mengambil sampel otak dari anjing tersebut, untuk dicek apakah terjangkit rabies atau tidak. Sementara seluruh korban yang menjadi korban gigitan telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Suartama mengaku, kasus rabies juga sempat terjadi di desanya sebulan yang lalu. Korbannya mencapai lima orang. Saat kasus itu terjadi, sudah ada penanganan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian Buleleng, berupa memvaksin anjing-anjing yang ada di wilayah tersebut.

Ia pun berencana akan menggelar  paruman bersama desa adat, agar anjing-anjing liar tanpa
pemiliknya, untuk dieliminasi (dibunuh). "Saya maunya dieliminasi, karena anjing liar cukup banyak di Desa Busungbiu. Eliminasi khusus untuk anjing liar saja," ucapnya.

Sementara Ketut Susantini, keluarga dari Luh Merta mengatakan, mertuanya itu baru saja usai berjualan daun pisang. Tiba-tiba ia dikejar dan diserang oleh anjing liar tersebut. Akibatnya, sang mertua pun terjatuh, hingga bagian mata dan telinganya digigit oleh anjing tersebut.

"Anjing gilanya cukup besar. Mertua saya sekarang sedang dirujuk ke Sanglah, karena bagian matanya terkena gigitan, sehingga butuh serum anti rabies," katanya.

Tingginya kasus gigitan anjing di Buleleng membuat Pemkab Buleleng mendorong seluruh desa adat untuk segera membuat perarem (peraturan adat) tentang rabies, seperti yang telah dibuat di Desa Adat Bengkala.

Wakil Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra saat dikonfirmasi mengatakan, pemerintah telah berupaya mengatasi kasus rabies di Buleleng salah satunya dengan melakukan program vaksinasi anjing, lewat Dinas Pertanian Buleleng. Pihaknya juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak meliarkan hewan peliharaannya. Namun imbauan tersebut belum dipatuhi oleh sebagian masyarakat Buleleng.

Untuk itu, Sutjidra mengaku akan segera berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng, agar seluruh desa adat segera membuat perarem, seperti yang telah dibuat di Desa Adat Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

"Kami dorong desa adat buat awig-awig atau perarem, agar tidak meliarkan anjingnya. Kalau diliarkan masyarakat akan kena sanksi hukum secara adat. Saya rasa masyarakat akan lebih patuh, apabila hal tersebut diatur dalam perarem. Kalau Perda kami belum ada," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Dua Orang Meninggal Digigit Anjing Rabies di Flores

BERITA TERKAIT