01 June 2022, 20:54 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkot Palembang Masifkan Posyandu dan Edukasi


Dwi Apriani |

STUNTING menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh pemerintah. Hal serupa pun dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang, Sumsel dengan melakukan beragam trik dan upaya dalam menekan angka stunting.

Bahkan Pemkot Palembang mengklaim angka stunting alami penurunan hingga 6,4 persen sejak 2019 hingga sekarang. Pemkot Palembang mengklaim hal ini lantaran program Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang semakin aktif.

"Program Posyandu juga mendorong penurunan angka stunting. Tentu langkah ini menjadi keberhasilan Pemkot dan semua pihak yang terlibat," ujar Wali Kota Palembang.

Selain program TPPS, penurunan angka stunting di Palembang turut dipengaruhi kehadiran Kampung Edukasi Stunting yang tersebar di setiap kelurahan atau kecamatan. "Sebelumnya kita sudah dirikan Kampung Bersinar untuk menurunkan persentase kasus stunting. Selanjutnya bentuk tim tambahan lagi," kata dia.

Dari kampung edukasi inilah, semua pasangan muda hingga para ibu mendapatkan pemahaman dan pengetahuan serta upaya mencegah adanya kasus stunting pada anaknya atau lingkungan sekitar. "Jadi melalui edukasi seperti inilah menjadi senjata mencegah adanya stunting sejak dini," ucapnya.

Harnojoyo mengatakan penurunan angka stunting di Palembang mendorong Pemkot meningkatkan pelayanan program edukasi stunting, dan menargetkan penurunan angka prevelensi kekerdilan setiap tahunnya. "Demi capaian ini, langkah lain yang kami lakukan dengan memadukan kerja antarinstansi yang terlibat dalam penanganan stunting," jelasnya.

Keterlibatan sejumlah instansi dalam menekan angka stunting juga membutuhkan bantuan Dinas Kesehatan Palembang dan BBPOM, agar edukasi stunting berhasil terealisasi dengan acara Rembuk Stunting. "Masyarakat pun diedukasi untuk mencegah stunting mulai dari info penanganan bisa dilakukan sejak ibu-ibu hamil dan menyusui," tandas dia. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT